Breaking News:

Lapsus

Dinsos Resmikan 300 Pasangan Nikah Siri

Setelah status pernikahannya menjadi resmi, anak-anak hasil pernikahan mereka bisa mendapatkan akta kelahiran.

Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
SIDANG ISBAT NIKAH - Majelis Hakim mengajukan pertanyaan kepada salah satu pemohon dan saksinya saat mengikuti Sidang Isbat Nikah massal di Convention Hall, Surabaya, Kamis (28/9/2017). Sidang ini diikuti 54 pasangan suami isteri yang telah menikah siri guna mendapatkan surat nikah sebagai salah satu syarat pembuatan Kartu Keluarga (KK). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Surabaya yang status perkawinanya nikah siri ternyata jumlahnya sangat banyak. Oleh karenanya, setiap tahun Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya rutin menggelar program sidang isbat nikah agar ratusan pasangan nikah siri diakui pemerintah.

Setelah status pernikahannya menjadi resmi, anak-anak hasil pernikahan mereka bisa mendapatkan akta kelahiran.

“Tujuan utama Pemkot Surabaya menggelar sidang isbat nikah memang untuk kepentingan anak-anak yang tidak punya akta kelahiran dan administrasi lain gara-gara orang tunya menikah siri,” ungkap Sunarko, Kasi Rehabilitasi Anak dan Tuna Susila Dinas Sosial Surabaya.

Pada sidang isbat nikah yang digelar di Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Kamis (28/9), ada 48 pasangan nikah siri yang ikut ambil bagian. Tapi, setelah melalui proses, ada dua yang tidak lolos. Salah satunya karena walinya beragama lain.

Beberapa bulan sebelumnya, kegiatan serupa juga sudah digelar Pemkot Surabaya. Pesertanya ada 22 pasangan nikah siri.

“Kegiatan ini sudah tiga tahun berlangsung. Setiap tahun rata-rata ada sekitar 100 pasangan nikah siri. Jadi, sejauh ini sudah lebih dari 300 pasangan nikah siri yang ikut sidang isbat nikah yang diselenggarakan Pemkot Surabaya,” kata Sunarko.

Peserta yang ikut program ini tidak dipungut biaya alias gratis. Setelah dilakukan pendataan, pasangan nikah siri kemudian diproses secara administrasi.

“Bukan dinikahkan lagi, tapi disidang. Seperti ditanyai tentang proses pernikahan yang telah dilakukan, dihadirkan saksinya, wali dan sebagainya. Setelah dinyatakan lolos, peserta kemudian mendapat surat dari Pengadilan Agama. Anak-anak mereka juga kemudian bisa mendapat akte kelahiran dari Dispenduk Capil,” urainya. (fla/ufi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved