Breaking News:

Berita Surabaya

Curahan Hati Perempuan yang Suaminya Tewas Jadi Korban Bentrok Bonek VS PSHT

Sepeninggal sang suami yang menjadi korban tewas dalam bentrok antara Suporter Bonek dengan PSHT, mengaku tak tahu harus memulai hidup dari mana.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eben Haezer Panca
surya/ahmad zaimul haq
Dita Yuli saat menunjukkan foto suaminya Muhammad Anis (22) yang meninggal akibat pengeroyokan, Minggu (1/10/2017) dini hari. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dita Yuli Fauziah, istri Muhammad Anis, korban meninggal dunia dalam bentrok antara Bonek dengan perguruan silat PSHT, Minggu (1/10/2017), bingung menatap hidupnya ke depan. 

Kepada Surya.co.id, ibu satu anak itu mengatakan tak tahu harus memulai kehidupannya dari mana sepeninggal mendiang suami.

Sebab, meski dirinya juga bekerja di pabrik sepatu daerah Simo Surabaya, namun Muhammad Anislah yang sejatinya tumpuan keluarga.

"Jujur saya tidak tahu harus bagaimana kedepan. Apalagi suami saya baru meninggal kemarin. Rasanya bingung. Apalagi anak saya masih bayi," ujar Dita Yuli, Senin (2/10/2017) sore pada Surya.co.id.

Dita mengatakan, saat masih hidup, sang suami tak mengizinkan dirinya bekerja. Namun karena ingin membantu mencari nafkah sang suami, dirinya ikut bekerja di pabrik sepatu.

"Karena saya ingin membantu cari nafkah, anak saya umur empat bulan sudah saya tinggal kerja. Jadi anak saya titipkan saudara kalau saya dan suami kerja, apalagi ibu saya juga kerja," jelasnya.

Saat ini Dita mengaku hanya dapat pasrah dan berusaha segera bangkit untuk melanjutkan hidupnya demi membesarkan buah hatinya, meski seorang diri.

(Baca: VIDEO - Curhat Istri Korban Bentrok Bonek vs PSHT : Sempat Menangis Larang Suaminya Pergi, Firasat?)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved