Berita Pendidikan Surabaya

Guru BK Ditraining agar Jadi Sahabat Siswa- Kandindik Ikhsan: Anak-anak kini Curhatnya ke Medsos

“Fungsinya setelah mendapatkan TOT mereka (guru BK, red) dapat menyampaikan kepada para kader ataupun guru BK lainnya."

surya/sulvi sofiana
Kadindik Surabaya M Ikhsan di hadapan para peserta training guru BK. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Tugas guru bimbingan konseling (BK) identik dengan mengurusi hal-hal negatif siswa. Kesan menyeramkan juga kerap tertangkap oleh sebagian siswa saat melihat guru BK.

Padahal guru BK harus bisa menempatkan diri sebagai sahabat siswa dan memberi konsultasi untuk setiap masalah siswa.

Untuk itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya menggelar Training of Trainers(TOT) bagi guru BK.

Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk kembali karakter guru untuk bisa membaur bersama siswa.

“Guru BK saat ini harus mampu menjadi sahabat siswa untuk bersama menjalankan program konselor sebaya,” kata Kepala Dindik Surabaya, Ikhsan di ruang Ki Hajar Dewantara, Rabu (27/9/2017).

Menurut dia, digelarnya TOT ini guna meningkatkan profesionalisme guru BK di sekolah. Dalam rangka melakukan pembinaan kader konselor sebaya hingga ekstrakurikuler konselor sebaya.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa melalui sinergi antara guru BK dan siswa mampu menghapus image bahwa guru BK sebagai polisi sekolah.

“Anak-anak saat ini ketika mendapatkan masalah curhatnya sering ke media sosial ataupun dengan teman sebayanya. Kader konselor sebaya dapat menjadi jembatan antara guru dan siswa,” terangnya.

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut juga berujar sekolah jangan sampai salah mengambil langkah dalam menangani permasalahan anak. Harus dikonsultasikan terlebih dahulu secara bersama-sama apa permasalahannya.

“Ketika di tingkat sekolah tidak tertangani, kita juga punya tim di tingkat kota,” imbuh Ikhsan.

Sedang narasumber dari LSM Genta Didik YRP menjelaskan jika membahas persoalan remaja yang tidak ada habisnya dibutuhkan adanya sebuah profesionalitas dari para guru BK. Sehingga tidak hanya berdasarkan pengalaman mengajar, tetpai juga dibutuhkan pendalaman materi dan praktek yang sesuai. Sehingga TOT ini akan ada 11 tema atau modul yang diajarkan.

“Fungsinya setelah mendapatkan TOT mereka (guru BK, red) dapat menyampaikan kepada para kader ataupun guru BK lainnya. Ini merupakan wujud dalam memperkuat program perlindungan anak sesuai dengan Permendikbud. No. 82 Tahun 2015,” pungkas Didik.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved