Berita Gresik

Gandeng Pemkab Gresik, BNI Gelar Pelatihan E-commerce dan Packaging untuk BUMDes

Dengan adanya peningkatan nilai bisnis di area pedesaan tersebut, selanjutnya menjadi daya ungkit dan virus positif bagi optimalisasi fungsi BUMDes.

Gandeng Pemkab Gresik, BNI Gelar Pelatihan E-commerce dan Packaging untuk BUMDes
foto:istimewa
Bupati Sambari bersama sejumlah pejabat BNI cabang Gresik dalam pelatihan para pelaku usaha kecil di desa yang tergabung dalam BUMDes. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Inisiasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI Kanwil Surabaya, melalui Kantor Cabang Gresik bersama Pemkab Gresik, menggelar pelatihan para pelaku usaha kecil di desa yang tergabung dalam BUMDes.

Mereka mendapatkan materi tentang packaging (pengemasan) dan e-commerce (penjualan online).

"Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan oleh BNI sebagai BUMN yang juga berfungsi sebagai Agent of Development. Potensi bisnis di area desa yang sangat besar dan saat ini belum dikembangkan dan digali secara optimal," jelas Bayu Kurnoto, Pimpinan BNI Kantor Cabang Gresik Bayu Kurnoto, di sela kegiatan yang digelar di ruang Mandala Bakti Praja, Rabu (27/9/2017).

Saat ini potensi desa, antara lain memiliki, dana desa tahun 2017, mencapai 60 triliun, sehingga rata-rata setiap desa memperoleh Dana Desa antara Rp. 800 juta sampai dengan Rp. 1 miliar.

Peserta pelatihan sebanyak 50 BUMDes di wilayah Kabupaten Gresik, yang diwakili oleh Pengurus BUMDesnya masing masing. Kemudian beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemkab Gresik yang terkait dengan BUMDes.

"Dengan memberikan Pelatihan atau Workshop Packaging (pengepakan) dan e-Commerce (pemasaran melalui jaringan internet ) untuk produk produk BUMDes, diharapkan terjadi peningkatan dan pengembangan nilai bisnis area pedesaan," lanjut Bayu.

Dengan adanya peningkatan nilai bisnis di area pedesaan tersebut, selanjutnya menjadi daya ungkit dan virus positif bagi optimalisasi fungsi BUMDes sebagai salah satu motor penggerak ekonomi pedesaan.

Terkait kemajuan BUMDes di Gresik, Bayu menambahkan, pihaknya siap menjadi pendamping.
"Pendampingan dilakukan mulai dari belum punya produk sampai pendampingan pada pemasaran. Menurutnya, hal ini sesuai nota kesepahaman antara BNI dengan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi," ungkap Bayu.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, saat hadir dalam acara itu mengatakan betapa pentingnya kemasan produk untuk menarik minat pembeli.

"Pelatihan ini sangat tepat. Mengingat selama ini, saya melihat produk Gresik ini sangat unggul baik dari segi rasa maupun bentuknya. Namun karena kemasan kurang menarik maka produk tersebut tidak bisa menjadi oleh-oleh yang bisa dibanggakan," kata Sambari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Tursilowanto Hariogi, menambahkan, dari 330 desa di Gresik ada 238 BUMDes.

“BUMDes yang mempunyai produk ada 60 yang membawahi ratusan pengusaha kecil yang ada di desa. Sesuai penilaian kami, ada 55 BUMDes yang siap dikembangkan untuk peningkatan. Saya contohkan BUMDes Podojoyo dari Desa Sukorejo Sidayu yang yang diketuai oleh Yogi Sugianto. Saat ini mereka punya lebih dari 50 jenis produk unggulan” jelas Tursilo.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved