Lifestyle
Kontes Kucing Internasional, Sphynx Kucing Tanpa Bulu yang Bikin Gemas Pengunjung
Hampir semua kucing yang tampil dalam "International Cat Show" itu sangat sempurna.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Deretan kucing cantik dan bersih tampil di arena kontes kucing internasional di Convention Center Tunjungan Plaza, Minggu (24/9/2017).
Hingga malam ini, kontes kucing kelas internasional itu masih berlangsung.
Tidak hanya cantik dan bersih, daya respons dan ketaatan kucing juga menjadi penilaian tim juri.
"Anatomi tubuh, terutama tempil cantik dan bersih menjadi penilaian utama," kata Galang Setiagama yang datang dari Semarang.
Tidak main-main, yang menilai adalah juri internasional dengan lisensi khusus. Ada setidaknya lima stan panilaian untuk menentukan poin tertinggi. Semua diisi juri internaisonal.
Maklum, kontes kucing cantik internasional itu di bawah naungan The Cat Francier's Assotiation (CFA) AS.
Ada Ratusan peserta dari berbagai negara, Malaysia, Australia, dan berbagai negara lainnya.
Hampir semua kucing yang tampil dalam "International Cat Show" itu sangat sempurna.
Binatang kesayangan itu menempati rumah khusus seperti tenda yang nyaman sebelum dinilai tim juri.
Tampak deretan cat lovers dan para peternak kucing itu menggendong dan mengelus-elus binatang piaraannya.
"Saya bangga kalau di ajang internaisional ini kucing saya bisa minimal masuk 5 besar," ucap Ririn dari Bandung.
Bagi mereka, mengantongi poin adalah memiliki nilai yang luar biasa. Apalagi di kontes di bawah naungan CFA.
Rangga, salah satu pecinta dan peternak kucing asal Rungkut Surabaya akan berlomba mengantongi poin tertinggi.
"Dampak posisinya akan luas tidak hanya bisa sebagai pengantong poin untuk kontes internasional berikutnya. Namun juga bisa berdampak luar biasa pada pasar dan Demand. Nilai jual juga makin melangit.
Biasanya kucing berbagai ras jika ras impor lebih mahal. Misalnya untuk ras Persia harganya bisa menembus Rp 60 juta.
Untuk persia lokal di kisaran Rp 15 juta. Begitu juga ras lain di kisaran harga yang sama.
Biasanya para komunitas dan peternak kucing itu melepas kucing di basah usia 1 tahun.
Kalau sudah 1,5 tahun lebih sudah masuk indukan. Rizkinanda, peternak kucing Persia asal Surabaya mengakui bahwa saat ini makin banyak mayarakat yang cinta kucing.
Namun, masyarakat pada umumnya ingin kucingnya instan untuk tampil cantik.
Menurutnya tak bisa demikian. Sentuhan, merawat, memberi makan, memandikan, hingga melakukan interaksi dengan kucing harus penuh kesabaran.
"Jika tidak jangan berharap kucing bisa tampil cantik. Namun sebenarnya memperjualbelikan kucing untungnya belum seberapa. Karena hasilnya untuk membeli sabun dan food cat sendiri," kata Rizki yang memiliki 15 ekor kucing Persia.
Saat semua jenis dan ras tampil di kontes internsional di TP itu, hampir semua kucingnya samgat cantik. Tampak bahwa hewan kesayangan itu sangat terawat dan terlatih.
Janeta, salah satu pengunjung yang juga pecinta kucing tiba-tiba menghentikan langkahnya di salah satu meja stan.
Meja yang ditempati kucing ras Sphynx, kucing tanpa bulu. Inilah jenis kucing yang bikin penasaran pengunjung.
"Gemes sekali menggendongnya. Lembut-lembut unik kulitnya. Sangat unik kucing tanpa bulu ini. Eksotik sekali," reaksi Janeta yang datang bersama suami dan anaknya.
Perempuan ini memilih berlama-lama menggendong Sphynx. Selama ini, perempuan berkaca mata ini hanya melihat jenis kucing tanpa bulu itu melalui internet dan instagram.
Begitu lihat sendiri merasakan keunikan kucing ras tanpa bulu.
"Seperti kulit bayi yang halus saat digendong. Selain itu juga tidak berontak dan penurut. Bahkan kucing ini tak berisik," kata Janeta.
Meski demikian, kucing jenis Persia masih mejadi kucing yang paling dicari pecinta kucing di Surabaya.
Apalagi kucing dengan bulu panjang dan indah itu memiliki paling sedikit 8 varian warna bulu yang dinamis.
Ini yang menjadikan kucing Persia selalu dicari. Setidaknya hingga saat ini.
"Persia itu relatif stabil permintaan pasar. Kucing jenis ini kalem dan miliki kecerdasan yang diandalkan. Perangainya yang kalem dan disukai," kata Rizki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kontes-kucing-internsional_20170924_201836.jpg)