Berita Banyuwangi

Masih Terima Keluhan dari Masyarakat, Bupati Anas Kumpulkan Jajaran Perangkat Daerah

"Saya cek di media sosial dan SMS center masih ada beberapa keluhan mendasar yang seharusnya sudah tidak ada lagi," ujar Bupati Anas.

Masih Terima Keluhan dari Masyarakat, Bupati Anas Kumpulkan Jajaran Perangkat Daerah
surya/haorrahman
Bupati Anas mengumpulkan seluruh perangkat SKPD, membahas keluhan masyarakat. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengumpulkan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk rapat koordinasi bersama, Rabu (20/9/2017).

Dalam rapat tersebut, Anas kembali mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Ini karena Anas melihat masih ada laporan keluhan dari masyarakat, baik dari media sosial maupun SMS Centre Banyuwangi.

"Saya cek di media sosial dan SMS center masih ada beberapa keluhan mendasar yang seharusnya sudah tidak ada lagi. Misalnya, di kelurahan juga ada petugas yang datang terlambat atau jam istirahatnya melebihi waktu yang ditentukan, sehingga ada warga yang mengurus harus menunggu lama. Pantau dan segera tangani keluhan warga,” ujar Anas.

Anas berharap layanan kepada warga miskin yang sakit bisa terus ditingkatkan. Menurutnya, laporan warga sakit yang belum terpantau di program jemput bola juga wajib segera direspons.

"Tidak ada daerah yang tumbuh tanpa masalah, itu wajar saja, tinggal bagaimana kita merespons masalah untuk memberi solusi yang baik bagi masyarakat,” imbuh bupati yang memasuki periode kedua tersebut.

Bupati berusia 44 tahun itu juga menekankan pentingnya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam bekerja.

Prosedur pertanggungjawaban juga harus benar-benar diperhatikan. Semua pekerjaan harus sesuai koridor dan aturan.

"Semua harus sesuai aturan. Niat baik untuk membangun atau melaksanakan program saja tidak cukup, tapi juga harus sesuai aturan,” ujarnya.

Anas juga meminta agar jajarannya untuk mengabaikan semua hal di luar koridor aturan pemerintahan.

"Dengan dan atas nama siapapun, entah orang itu bawa nama pejabat siapapun, jangan diladeni. Kita tegak lurus pada aturan. Sekali lagi saya tekankan jangan ada sikap yang memberatkan rakyat, seperti pungli, jangan sampai ada," tegas Anas.

Anas mengatakan, saat ini Banyuwangi telah menjadi referensi bagi sejumlah daerah dalam penerapan sistem pemerintahan.

Banyuwangi juga menjadi salah satu daerah yang mendapat atensi dari pemerintah pusat. Hal ini tidak boleh membuat birokrasi daerah menjadi terlena, justru harus terus memacu kinerja.

"Kita jangan berhenti belajar, harus terus melakukan yang terbaik. Pokoknya bergerak saja, masalah pasti ada di lapangan, tinggal bagaimana meresponsnya,” kata mantan Ketua Umum IPNU tersebut.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved