Berita Surabaya

September Puncak Kemarau, begini Cara Pemkot Surabaya agar Taman Tetap Hijau

Surabaya kini memiliki 70 taman aktif dan 400 titik ruang tebuka hijau, termasuk pulau jalan.

September Puncak Kemarau, begini Cara Pemkot Surabaya agar Taman Tetap Hijau
surya/fatimatuz zahro
Petugas DKRTH menyirami tanaman di Taman Surya Balai Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Puncak musim kemarau di bulan September membuat cuaca di Surabaya semakin panas. Berdasarkan data dari BMKG, terik siang di Kota Pahlawan mencapai 34 derajat Celsius.

Ini membuat Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) harus kerja ekstra menjaga tanaman di taman dan pulau jalan agar tetap hijau.

Maklum di Surabaya kini memiliki 70 taman aktif dan 400 titik ruang tebuka hijau, termasuk pulau jalan.

Salah satunya terlihat di Taman Surya, Selasa (19/9/2017) siang. Petugas DKRTH melakukan penyiraman dari truk air ke seluruh kawasan Taman Surya.

Koordinator Rayon Surabaya Pusat, Yadi, mengatakan, selama musim kemarau memang membuat tanaman harus ekstra diperhatikan. Bahkan intensitas penyiraman ditingkatkan sampai dua kali lipat.

"Ya harus lebih memang penyiramannya. Jangan sampai ada tanaman yang kering atau sampai mati selama kemarau," ucapnya disela penyiraman.

Ia menyebutkan, di Surabaya ada lima rayon dari DKRTH yang tugasnya menyirami tanaman di taman maupun pulau jalan.

Di setiap rayon biasanya mampu menghabiskan enam hingga tujuh tangki sekali jalan.

"Kalau musim kemarau seperti ini bisa sekali shif menghabiskan truk tangki sampai sebelas. Per tangki berisi 5.000 liter," katanya.

Ia menyebutkan wali kota dan juga kepala dinas kerap memberikan arahan langsung untuk melakukan penyiraman, termasuk meningkatkan volume air yang diberikan dalam penyiraman.

"Kan panas, air cepat kering. Jadi dilebihkan supaya tanaman mendapat asupan air yang cukup," ucapnya.

Tidak hanya itu tim Pemkot dari Dinas Pemadam Kebakaran juga rutin melakukan pemabasahan jalan.

Di rute Balai Kota, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Sedap Malam, Jalan Jimerto dan juga Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Emong Malang.

"Kalau mereka beda sama tim kita. Merreka khusus membasahi jalan. Agar pengguna jalan lebih nyaman meski sedang di puncak kemarau," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved