Lifestyle

Ada Romantisme Bunga Amaryllis di Ciwo Fashion Week 2017

Bunga Amaryllis yang sangat dikenal dalam mitologi masyarakat Yunani menjadi ide yang kemudian dituangkan dalam karya terbaru desainer Saffana.

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Sejumlah model bergaya dengan rancangan busana desainer yang akan memeriahkan Ciputra World Fashion Week 2017 saat preview show di Hotel Ciputra World Surabaya, Selasa (19/9). Sebanyak 16 desainer akan tampil dalam fashion show selama 5 hari dengan desainer tamu dari Jakarta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bunga Amaryllis yang sangat dikenal dalam mitologi masyarakat Yunani menjadi ide yang kemudian dituangkan dalam karya terbaru desainer Saffana.

Romantisme Amaryllis yang berjuang keras untuk mendapatkan cinta sejatinya dituangkan dalam 10 kreasi busana yang dipajang di panggung fashion tahunan, Ciputra World Fashion Week 2017.

Karya Saffana akan hadir di hari pertama dari lima hari rangkaian kegiatan Ciwo Fashion Week 2017. Sesuai tema yang diusung Saffana, keindahan bunga Amaryllis bakal menghiasi baju-baju karya Saffana yang menonjolkan kesan feminin romantic.

Saffana menawarkan rancangan dengan balutan dress-dress bersiluet a-line, atasan dan outer dengan aksen ruffle di bagian lengan, celana berpotongan lebar, dan lipit-lipit yang memberikan kesan romantis.

Gaya romantis ini juga dihadirkan dalam pemilihan material bahan, yaitu permainan beberapa tekstur kain mulai dari satin yang berkilauan, brokat dengan motif bunga Amaryllis, silk organza, hingga chiffon sutra yang mengambarkan kelembutan perasaan seorang wanita.

Saffana juga menciptakan motif bunga menggunakan teknologi digital printing sehingga motif yang diciptakan tidak pasaran serta eksklusif karena didesain khusus untuk koleksi ‘Amarylliss Vibes’. Pemilihan palet warna juga terinspirasi dari gradasi warna yang tampak pada bunga Amarylliss yaitu scarlet pink, pastel yellow, dan broken white yang saling berpadu senada.

Sedang embellishment yang digunakan dalam koleksi ini ada beberapa macam, yaitu beading atau payet, bunga 3 dimensi, tassel, hingga penggunaan ruffle di bagian lengan. Teknik yang digunakan dalam proses pembuatan koleksi ‘Amarylliss Vibes’ sebagian menggunakan proses hand-made.

“Misalnya pada pembuatan embellishment dan penempelan motif-motif bunga, juga menggunakan media digital printing untuk menciptakan motif-motif bunga Amarylliss yang diaplikasikan di atas kain satin,” papar Saffana.

Selain Saffana, ada 15 desainer lokal dan ibukota turut memeriahkan Ciwo Fashion Week yang berlangsung mulai 27 September – 1 Oktober itu. Selain tema besar ‘Arcadia’ yang diusung Ciwo, tiap hari juga mengangkat tema berbeda sehingga membuat pentas akbar ini menjadi kian menarik peminat fashion Surabaya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved