Berit Surabaya

Refleksi Perobekan Bendera di Hotel Majapahit, begini Pesan Walikota Risma kepada Anak Muda Surabaya

"Refleksi ini bisa memberi tahu anak-anak, jika leluhurnya dulu berjuang dan menorehkan sejarah luar biasa," sebut Risma.

Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Parmin
surya/fatkhul alamy
Tri Rismaharini mengenakan pakaian pejuang dan berjabat tangan dengan para veteran saat menghadiri refleksi penyobekan bendera Belanda di depan Hotel Majapahit, Kamis (14/9/2017). 

SURYA.co.di | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini antusias bicara soal makna dan refleksi perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit Jl Tunjungan, Kamis (14/9/2017).

Menurut Risma, peristiwa sejarah perobekan bendera Belanda merah putih dan biru di Hotel Majapahit (dulu Hotel Yamato) pada 19 September 1945 silam itu sangat heroik dan patut ditiru arek-arek Suroboyo. Peristiwa tersebut sangat bermakna bagi generasi muda saat ini.

"Refleksi ini bisa memberi tahu anak-anak, jika leluhurnya dulu berjuang dan menorehkan sejarah luar biasa," sebut Risma, Kamis (14/9/2017).

Dari peristiwa tersebut, kata Risma, bisa menjadi teladan dan ditiru arek-arek Suroboyo. Di mana pengorbanan dan perjuangan para para pejuang tidak pantang menyerah.

Diharapkan peristiwa bersejarah ini bisa menggelorakan semangat anak-anak Surabaya terus berjuang dan merebut kemenangan di masa depan.

"Ini penting bagi anak-anak muda, jangan mudah menyerah dan berani merebut kemenangan," terang Risma.

Orang nomor satu di Surabaya ini berharap, arek-arek Surabaya terus berjuang dan bertekad menjadi orang besar. Selalu berjuang dan bekerja keras.

Hartoyik, seorang Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya berharap, pemuda di Surabaya bisa mengambil pelajaran dari peristiwa perobekan bendera ini dengan baik. Peristiwa ini dijalani dengan pengorbanan, darah air mata.

"Peristiwa perobekan penuh pengorbanan dari para pejuang dulu, jadi pemuda sekarang harus melanjutkan perjuangannya. Saya yakin para pemuda Surabaya bisa membawa negeri ini maju dan berjaya," terang Hartoyik.

Amad, LVRI lainnya meminta, pemuda sekarang tinggal meneruskan perjuangan para pendahulunya. Pemuda jangan mudah menyerah dan selalu bisa menggapai cita-citanya.

"Saya ini dulu ikut berjuang dan perang kemerdekaan, saya sekarang usia sudah 91 tahun. Saya pesan ke pemuda-pemuda supaya bisa membawa Surabaya dan Indonesia berkibar," saran Amad.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved