Rabu, 20 Mei 2026

Pencairan Dana Program Indonesia Pintar Belum Maksimal

Jumlah siswa penerima dana dari Program Indonesia Pintar di Surabaya berpotensi bertambah. Tetapi, masih ada masalah pada pencairan dana.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
tribunnews.com
Ilustrasi, Kartu Indonesia Pintar (KIP) 

SURYA.co.id | SURABAYA – Program Indonesia Pintar yang diwujudkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) sampai kini masih terus bergulir. 

Namun, jumlah siswa miskin atau rentan putus sekolah yang berhak menjadi penerima tambahan biaya pendidikan ini akan terus bertambah. Hal ini seiring dengan banyaknya siswa tak mampu yang belum tercover. Bagi yang sudah tercover pun, masih banyak yang belum bisa mencairkan dana itu. 

Hal ini terlihat dari data pokok pendidikan (dapodik) pendidikan dasar menengah yang bisa diakses umum.

Jumlah penerima PIP di Jatim, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK, mencapai 1.398.985. Dari jumlah itu, sebanyak 22.215 di antaranya berada di Surabaya/ 

Wakil Kepala bidang Kesiswaan SMKN 5 Surabaya, Anton Sujarwo mengungkapkan, saat ini di sekolahnya terdapat 298 siswa tidak mampu di kelas XI dan XII. Sedangkan di kelas XII saat ini masih berlangsung pendataan.

“Kami tidak memantau sepenuhnya diterimanya dana PIP ini, karena kami hanya sebatas mengusulkan melalui Dapodik,” ungkapnya pada SURYA.co.id, Kamis (14/9/2017).

Usulan siswa tidak mampu ini tidak hanya untuk PIP, melainkan juga program bantuan siswa miskin.

“KIP ini dapatnya di kelurahan, kalau sudah dapat juga harus berkoordinasi dengan sekolah agar mendapat pernyataan anak aktif sekolah dan dana bisa diambil di bank,” lanjutnya.

Dikatakan Anton, belum ada batas penutupan pengajuan untuk PIP ini. hanya saja pihak sekolah tetap meminta siswa tidak mampu menunjukkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik orang tuanya atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW dan Kelurahan/Desa.

Dengan demikian,  jika ada pemberitahuan mendadak, pihak sekolah sudahe memiliki berkas yang dibutuhkan.

“Ini yang masih belum tuntas, masih ada yang menyerahkan surat tidak mampu,” ujarnya.

Belum dicairkannya dana PIP ini juga lepas dari pantauan pihak sekolah. Karena itu. untuk menyiasati pembayaran SPP bagi siswa tidak mampu, sekolah berkoordinasi dengan pihak bank penyalur dana dan meminta data siswa penerima PIP.

“Siswa tdiak mampu pastinya meminta keringanan SPP, anggaran PIP juga untuk kepentingan sekolah. Jadi kami ikut membantu mengawasi pencairan dana agar segera membayar sekolah juga,” ungkap wakil kepala SMAN 7, Ranu Siswanto

Di SMAN 7 saat ini terdapat 150 sampai 200 siswa yangmendapat program PIP. Namun yang sudah melakukan pencairan baru 89 siswa. 

Dan sekolah memantau hingga saat ini yang melakukan pencairan baru 89 siswa.

“Besarannya 1 juta rupiah untuk siswa SMA. Ya memang masih kurang makanya masih banyak yang mengajukan keringanan,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved