Pemerintah Australia Buka Kantor Konsulat Jenderal di Surabaya
Pemerintah Australia resmi membuka kantor Konsulat Jenderal di Surabaya, Kamis (14/9/2017).
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Australia resmi membuka kantor Konsulat Jenderal (Konjen) di Australia, Kamis (14/9/2017).
Soft opening kantor yang terletak di Lantai 3 gedung ESA Sampoerna Centre di Jl Dr Ir H Soekarno, Surabaya, dihadiri oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.
Grigson menyatakan, kantor konjen di Surabaya ini adalah perwakilan keempat Australia di Indonesia.
Selain kantor Kedutaan Besar di Jakarta, pemerintah Australia juga telah memiliki kantor Konsulat Jenderal di Bali dan Makassar.
Menurut Grigson, Konjen yang baru ini akan menjadi titik penting untuk memperkuat pedagangan dan mengembangkan kemitraan ekonomi antara perusahaan-perusahaan Australia dan Jawa Timur.
Dia menyebutkan, Surabaya dipilih sebagai lokasi Konsulat Jenderal lantaran merupakan pusat perdagangan di Jawa Timur yang laju pertumbuhan perekonomiannya paling cepat.
Jawa Timur, lanjut Grigson, berkontribusi sekitar 15 persen dari PDB (Pendapatan Domestik Bruto) Indonesia. Sedangkan Surabaya sendiri, baginya adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Dua hal itulah yang menjadi alasan penting untuk perdagangan dan investasi Australia.
Selain itu, misi yang tak kalah penting menurutnya adalah mendorong pertumbuhan jumlah mahasiswa dari Jawa Timur yang studi di negeri Kanguru tersebut, sekaligus mendorong pelajar dan mahasiswa dari Australia juga belajar di Indonesia.
"Hampir 10 persen dari mahasiswa Indonesia yang belajar di universitas-universitas di Australia dan mengikuti pelatihan vokasional, berasal dari Jawa Timur," kata Grigson.
"Saat ini saya perkirakan ada sekitar 900 pelajar atau lebih yang berasal dari Jawa Timur," sambungnya.
Sementara itu, Konsulat Jenderal di Australia ini akan dipimpin oleh Konsul Jenderal Chris Barnes.
Barnes sebelumya adalah komisoner dan direktur regional dari kantor perdagangan dan invstasi Australia Barat di Jakarta.
Bagi Barnes, Indonesia bukan tempat yang cukup asing. Pemegang tiga gelar akademis dari Universitas St Andres, Uniersitas Teknologi Sydney, dan Universitas Sydney ini juga pernah menduduki posisi senior di sektor swasta serta bekerjasama dengan kelompok-kelompok yang mempromosikan perdagangan dengan Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pembukaan-kantor-konsulat-jenderal-australia-di-surabaya_20170914_140703.jpg)