Hindari Utang, RSUD Krian Akan Dibangun Pakai Biaya Sendiri

Tak ingin pemkab dibebani utang, DPRD Sidoarjo akhirnya sepakat bahwa pembangunan RSUD Krian akan menggunakan dana dari ABPD.

ist/International Medical Travel Journal
ilustrasi 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Anggota DPRD Sidoarjo sepakat pembangunan RSUD Krian akan menggunakan dana APBD. Bukan menggunakan dana investor atau pihak ketiga. 

Langkah ini ditempuh karena kalangan dewan tak ingin Pemkab Sidoarjo berhutang kepada pihak ketiga tersebut.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, mengatakan anggaran APBD Kota Delta masih mencukupi untuk membangun RS tersebut.

"Tadinya, kami mengajak investor untuk membangun RSUD Krian. Tapi setelah kami evaluasi, kami tak ingin berhutang dan APBD masih sanggup untuk membangun RS tersebut," kata Bangun.

Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo telah menawarkan rencana kerjasama kepada pihak swasta untuk membangun RS ini. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah beberapa waktu lalu bahkan menyatakan sudah ada belasan calon investor yang tertarik untuk mempelajarai penawaran tersebut.

Namun menurut Bangun, jika menggunakan dana investor, Sidoarjo akan dibebani utang setiap tahunnya, termasuk juga tambahan bunga hutang tersebut.

"Setelah kami diskusikan, ternyata APBD bisa mencukupi. Apalagi akan ada tambahan hibah dari APBN nantinya," sambungnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menuturkan, estimasi biaya total pembangunan RSUD Krian sekitar Rp 250 miliar. Pihaknya telah menyisipkan anggaran Rp 12 miliar untuk penambahan lahan RSUD yang rencananya bertipe C tersebut.

Bangun menerangkan, untuk RS tipe C setidaknya membutuhkan lahan seluas lima hektar. Sementara lahan RSUD Krian yang berada di Desa Tambak Kemerahan ini hanya ada 1,3 hektar.

"Akhir tahun lahan tersebut harus sudah terealisasi agar pas awal 2018 segera dilakukan pembangunan fondasi," ujarnya.

Bangun mengungkapkan, pembangunan RSUD ini akan langsung dikerjakan hingga selesai, atau tak menggunakan sistem multiyears. Hal ini karena kebutuhan keberadaan RSUD Krian sangat mendesak untuk melayani warga di Sidoarjo bagian barat.

"Kami ingin 2018 sudah bisa dimulai pembangunannya," ucapnya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Rizal Fuady, menyampaikan pihaknya telah merenovasi sejumlah puskesmas di Sidoarjo barat untuk bisa melayani warga Krian dan sekitarnya. Meski telah menghabiskan dana miliaran rupiah untuk memperbaiki puskesmas-puskesmas tersebut, tetap tak bisa melayani banyaknya warga yang ingin berobat.

"Akhirnya terpaksa ke RS di Mojokerto karena lebih dekat. Belum lagi RSUD Sidoarjo juga memang selalu ramai. RSUD Krian ini harus segera dibangun," imbub Rizal.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved