Sebelum Ditemukan Tewas, Anak Punk Korban Pengeroyokan di Kediri Pamit Cari Kerja

Sebelum ditemukan tewas, Imam Subekti, anak punk di Kediri yangdikeroyok kawanannya sendiri, sempat berpamitan mencari kerja ke orangtuanya.

repro
Imam Subekti semasa hidup. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Air mata Matsani dan Yainem terlihat sudah mengering.

Pasangan suami istri ini hanya bisa pasrah melihat anaknya, Imam Subekti, sudah tak bernyawa.

Pemuda 25 tahun itu adalah anak punk yang tewas usai dikeroyok oleh teman-temannya sendiri di dalam komunitas punk di Kediri

Imam tewas secara mengenaskan dalam kondisi kedua rahang terbuka dan wajah menghitam nyaris tak bisa dikenali.

Jasad korban baru ditemukan dua pekan setelah korban tewas, Selasa (5/9/2017), di hutan lereng Gunung Kelud.

Baca: (Aktor Pengeroyokan Anak Punk yang Jasadnya Ditemukan di Lereng Kelud, Ditangkap di Sidoarjo)

Sanak keluarga masih dirundung duka yang amat sangat perihal kematian korban secara tidak wajar tersebut.

Kedua orang tuanya sangat terpukul.

Mereka tak mengira anak kandungnya menjadi korban pembunuhan.

Padahal, korban sempat berpamitan pergi bersama kedua orang temannya untuk mencari pekerjaan pada Selasa sore (22/8/2017) silam.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved