Profil
Patricia Jane : Antara Nyanyi dan Balet
Bungsu dari dua bersaudara ini malah sedang siap-siap berangkat ke New York, Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu baletnya.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Berawal dari kebiasaan menyaksikan mamanya menari balet, Patricia Jane akhirnya ikutan kepincut melakukan aktivitas yang sama.
Bungsu dari dua bersaudara ini malah sedang siap-siap berangkat ke New York, Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu baletnya.
“Aku sudah belajar balet sejak umur empat tahun,” tegas Patricia kepada Surya beberapa waktu lalu.
Ditemui sesaat sebelum pentas di panggung Ciputra Hall Surabaya, Patricia menambahkan, kemungkinan dia akan berada di Negara Paman Sam itu selama empat tahun.
“Sebelumnya aku dapat beasiswa full selama dua minggu di Joffrey Ballet School bulan Juli lalu,” katanya.
Prestasi yang dia peroleh selama menempuh pendidikan singkat itu kemudian membuahkan kesempatan untuk mendapat bea siswa lanjutan di lembaga pendidikan yang sama selama empat tahun.
“Tapi yang belakangan ini beasiswanya tidak full seperti yang dua minggu itu,” cetusnya.
Patricia menegaskan dirinya tak ingin setengah-setengah untuk menggeluti seni balet ini.
Karena itu, dia siap meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama demi mimpi besarnya menjadi penari balet profesional.
“Balet sama hip hop itu sama bagusnya. Tetapi kalau hip hop hanya mengandalkan power, sedang balet kesannya lebih elegan. Kalau diltonton, penari balet itu bisa kelihatan kalem, berbeda dengan hip hop,” ujar Patricia yang sempat ikutan les hip hop.
Menurut gadis yang masih mengenyam pendidikan di Xin Zhong School kelas 2 (setingkat SMA) di Surabaya ini, paling sulit saat berlatih balet adalah melakukan fouette, yaitu gerakan dalam balet klasik yang dilakukan dengan memutar beberapa kali.
“Kesulitannya adalah menjaga keseimbangan agar tidak sampai jatuh,” katanya.
Satu hal yang membuat dirinya betah di dunia seni balet ini adalah postur tubuhnya terjaga langsing.
“Nggak mungkin kan penari balet itu gendut. Bisa susah nanti melakukan gerakan-gerakannya,” beber Patricia.
Ternyata gadis kelahiran Surabaya, 2 November 2001 tak hanya mendalami seni balet. Patricia belakangan juga memperdalam seni olah vokal.
“Saya ingin bisa tampil dalam sebuah pentas musical theatre. Saya ingin seperti penari-penari Broadway yang selain menari juga bisa sambil menyanyi,” cetus Patricia mengungkapkan angannya.
Diakui Patricia musical theatre ini di Indonesia belum begitu populer. Kendalanya, dia harus punya kemampuan olah nafas yang kuat. Untuk itu, dia kerap berlatih pilates dan yoga.
“Efeknya ke power besar sekali,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sosok-patricia-jane_20170905_161358.jpg)