Breaking News:

Menristekdikti Cabut Moratorium Pendirian Fakultas Kedokteran

Kemenristek Dikti telah mencabut moratorium pendirian Fakultas Kedokteran. Puluhan perguruan tinggi pun sudah bersiap mendaftarkan..

surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir menerima kenang-kenangan dari Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, M Nuh usai memberi kuliah perdana dan pengukuhan 1.100 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Dyandra Convention Center, Senin (4/9). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mencabut moratorium izin pendirian fakultas kedokteran.

Untuk itu perguruan tinggi yang akan mendaftarkan FK diminta segera melengkapi datanya hingga September 207.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwigjno, menyatakan sudah ada 36 perguran tinggi yang mengajukan FK di Seluruh Indonesia. Pengajuan ini akan dinilai berdasarkan berbagai kriteria. Yang terpenting yaitu keberadaan rumah sakit pendidikan dan juga kecukupan dosen.

"Tidak semua mendaftarkan itu akan diberi izin. Nanti akan dibentuk evaluator yang terdiri dari kementerian, IDI, KKI dan kemudian Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan. Jadi timnya lengkap untuk mengevaluasi kelayakan," ungkapmya usai menghadiri pengukuhan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Dyandra Convention Center, Senin (4/9/2017).

Selain itu juga dilakukan evaluasi terhadap FK yang sudah terbentuk saat ini. Rencananya, bulan depan akan diterjunkan tim untuk mengevaluasi, karena perguruan tinggi yang diberikan izin harus membuat pakta integritas.

“Selama setahun itu apa saja yang harus dilakukan perbaikan itu akan kami cek pelaksanaanya," ujarnya

Menristekdikti Muhammad Nasir menambahkan, moratorium fakultas kedokteran sempat dilakukan karena banyak perguruan tinggi yang mempunyai akreditasi C untuk fakultas kedokteran, tidak ada perbaikan. Namun saat ini sudah ada perbaikan dari fakultas kedokteran yang sebelumnya berakrediasi C menjadi B.

"Ada tujuh FK yang sebelumnya akreditasi C menjadi B lagi. FK tersebut berasal dari seluruh Indonesia. Saat ini ada 81 program studi kedokteran yang ada di Indonesia. Ini harus kita dorong untuk menjadi B," ujar Nasir.

Dia mengatakan, FK yang sebelumnya mendapat akreditasi C sudah melakukan perbaikan dan menjadi semakin baik. Untuk itu, pihaknya sekarang telah membuka pendaftaran sampai bulan September 2017 mendatang.

Adapun syarat dari pendirian ini di antaranya adalah rasio antara mahasiswa dan dosen, atau prodi lain yaitu satu banding 20 untuk eksakta dan satu banding 30 untuk sosial. Untuk kedokteran, lanjut dia, ada dua kelompok, untuk yang pre-klinik adalah satu banding 10 sedangkan klinik satu banding lima.

"Jadi dosen tidak lagi enam per prodi tapi di kedokteran ada 26 antara pre-klinik dan kliniknya," tuturnya

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved