Senin, 4 Mei 2026

Berita Surabaya

Unik Plus Asyik Kembali ke Masa Sekolah Lewat Seragam dan Budaya Sekolah Tahun 1995

Salah satu kenangan dari angkatan 1995 menurutnya merupakan pioner pembuatan majalah sekolah yang bertahan hingga saat ini

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
Unik Plus Asyik Kembali ke Masa Sekolah Lewat Seragam dan Budaya Sekolah Tahun 1995 - kelas-kenangan-smp-santa-maria-surabaya_20170902_173452.jpg
SURYA Online/Habibur Rohman
KELAS KENANGAN - Peserta mengikuti acara reuni dengan berseragam sekolah "Santa Maria Junior High School" Sabtu (2/9/2017). Peserta juga mengikuti kegiatan sekolah mulai upacara, kenangan belajar di kelas yang juga memajang foto Mantan Presiden Soeharto serta Wapres Tri Sutrisno, dan istirahat bersama. Bahkan pada acara bertema "Class of 1995" ini peserta juga mendapatkan hukuman bagi yang tidak tertib.
Unik Plus Asyik Kembali ke Masa Sekolah Lewat Seragam dan Budaya Sekolah Tahun 1995 - kelas-kenangan-smp-santa-maria-surabaya_20170902_173511.jpg
SURYA Online/Habibur Rohman
KELAS KENANGAN - Peserta mengikuti acara reuni dengan berseragam sekolah "Santa Maria Junior High School" Sabtu (2/9/2017). Peserta juga mengikuti kegiatan sekolah mulai upacara, kenangan belajar di kelas yang juga memajang foto Mantan Presiden Soeharto serta Wapres Tri Sutrisno, dan istirahat bersama. Bahkan pada acara bertema "Class of 1995" ini peserta juga mendapatkan hukuman bagi yang tidak tertib.
Unik Plus Asyik Kembali ke Masa Sekolah Lewat Seragam dan Budaya Sekolah Tahun 1995 - kelas-kenangan-smp-santa-maria-surabaya_20170902_173449.jpg
SURYA Online/Habibur Rohman
KELAS KENANGAN - Peserta mengikuti acara reuni dengan berseragam sekolah "Santa Maria Junior High School" Sabtu (2/9/2017). Peserta juga mengikuti kegiatan sekolah mulai upacara, kenangan belajar di kelas yang juga memajang foto Mantan Presiden Soeharto serta Wapres Tri Sutrisno, dan istirahat bersama. Bahkan pada acara bertema "Class of 1995" ini peserta juga mendapatkan hukuman bagi yang tidak tertib.
Unik Plus Asyik Kembali ke Masa Sekolah Lewat Seragam dan Budaya Sekolah Tahun 1995 - kelas-kenangan-smp-santa-maria-surabaya_20170902_173636.jpg
SURYA Online/Habibur Rohman
KELAS KENANGAN - Peserta mengikuti acara reuni dengan berseragam sekolah "Santa Maria Junior High School" Sabtu (2/9/2017). Peserta juga mengikuti kegiatan sekolah mulai upacara, kenangan belajar di kelas yang juga memajang foto Mantan Presiden Soeharto serta Wapres Tri Sutrisno, dan istirahat bersama. Bahkan pada acara bertema "Class of 1995" ini peserta juga mendapatkan hukuman bagi yang tidak tertib.

SURYA.co.id | SURABAYA – Bel sekolah berbunyi di SMP Santa Maria Surabaya, puluhan siswa bergegas berbaris di lapangan untuk memulai uoacara bendera. Berbeda dengan upacara yang rutin dilakukan siswa SMP, kali ini terlihat peserta upacara cukup berumur untuk memakai seragam SMP.

Hal ini karena upacara ini bukan diikuti siswa SMP yang berada di jalan raya Darmo. Melainkan para alumnus dari tahun 1995, suasana sekolah tahun 1995 dihidupkan kembali dengan berkumpulnya para alumnus dan guru yang mengajar di era tersebut. Bahkan properti seperti foto Mantan Presiden Soeharto dan Wapres Tri Sutrisno terpajang di runag kelas.

Tak hanya properti ruagan, tradisi saat sekolah di era tersebut dilakukan lagi dalam acara bertema "Class of 1995" ini. Diantaranya antrian mengambil susu hingga hukuman fisik bagi yang tidak tertib. Tentunya hal itu saat ini sudah tidak ditemui di era saat ini.

Jane Permana (37), alumnus 1995 mengungkapkan reuni yang rutin digelar angkatannya selama ini menimbulkan kebosanan, sehingga mereka berinisiatif kembali mengenang masa lalu masa seklah dengan cara yang berbeda. Apalagi jika reuni digelar dengan era saat ini maka banyak temannya yang cenderung kurang membaur satu sama lain.

“Akhirnya tercetus balik ke zaman sekolah, konsep kami wujudkan balik zaman sekolah. Ada pembagian tugas tiap kelas, ada yang bagian cari anak buahnya di kelas. Ada juga yang bagian mengontak guru-guru, karena banyakyang pensiun,” urainya di sela reuni, Sabtu (2/9/2017).

Dari 200 alumnus tahun 1995, dikatakannya hapir 70 persen hadir mengikuti reuni dengan konsep unik ini. Hanya beberapa yang memang berhalangan hadir dan memang belum berhasil ditemukan.

“Yang menantang itu mencari alamat guru, karena ada yang alamatnya nggak ketemu,” katanya.

Konsep lainnya dalam reuni ini yaitu menunjukkan rasa terima kasih pada guru-guru. Sehingga guru diperlakukan layaknya VVIP, dengan dijemput dan dilibatkan dalam acara reuni.

Kesan mendalam dalam runi ini juga dirasakan Bernadetta Tay Meno, kepala SMP Santa Maria. Wanita yang pernah menjadi guru Bahasa Indonesia pada tahun 1995 ini mengungkapkan kembali mengenang pembelajran tanpa gadget di era tersebut. Apalagi tahun 1995 merupakan tahun pertama dirinya menjadi wali kelas.

“Saya ingat mereka sangat santun, meskipun gadget belum secanggih sekarang mereka punya prestasi tersendiri,” kenangnya.

Salah satu kenangan dari angkatan 1995 menurutnya merupakan pioner pembuatan majalah sekolah yang bertahan hingga saat ini. Reuni yang membawa suasana belajar di tahun 1995 ini baginya menjadi kenangan pribadi yang tak terlupakan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved