Pemkot Keluhkan Perizinan JPO di Jalan Ahmad Yani Tak Kunjung Beres

Pemkot Surabaya berencana menambah jembatan penyeberangan orang (JPO) di sekitar Jl Ahmad Yani. Namun sampai kini rencana itu terganjal perizinan.

Pemkot Keluhkan Perizinan JPO di Jalan Ahmad Yani Tak Kunjung Beres
surya/fatimatuz zahroh
JPO Jalan Basuki Rahmat Surabaya yang telah dilengkapi dengan Lift untuk difabel. Saat ini, Pemkot Surabaya ingin menambah JPO, khususnya di sekitar Jl A Yani. Namun rencana itu masih terganjal proses perizinan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rencana Pemkot Surabaya untuk menambah jembatan penyeberangan orang (JPO) di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga kini masih belum terwujud. Hal ini lantaran rencana pembangunan JPO tersebut masih tersendat oleh izin.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan minggu ini pihaknya baru saja menyurati Kementerian Perhubungan agar mempercepat pengurusan izin pembangunan JPO di Jalan Ahmad Yani.

Sebab kebutuhan JPO agar bisa mengurangi tingkat kecelakaan dan mempermudah pejalan kaki di jalan tersebut sudah sangat tinggi.

"Kemarin hari Kamis (31/8/2017) saya baru saya menyurati Kementerian Perhubungan agar JPO nya segera dikeluarkan izinnya. Sebab sudah urgent selali, karena banyak kecelakaan di sepanjang frontage road," kata Risma saat diwawancarai di kediaman usai salat Idul Adha, Jumat (1/9/2017).

Ada empat titik JPO yang bakal dibangun di sepanjang Jalan Ahmad Yani termasuk frontage road barat dan timur. Yang pertama adalah di depan sekolah Bhayangkari yang rencananya akan dibangun memanjang hingga RS AL Dr Ramelan.

Yang kedua adalah di dekat bundaran Dolog. Saat ini memang sudah ada JPO. Akan tetapi masih separo dan belum sambung antara pedestrian di frontage road sisi barat dengan frontage road sisi timur.

Yang ketiga di Margorejo depan Pusvetma. Itu juga rencananya akan dibangun JPO untuk mengakomodir warga yang kerap menyeberang dari Margorejo ke Kejaksaan.

"Yang terakhir di dekat Cita, di Graha Pangeran, rencananya akan kita sambungkan aampai ke SMKN 3," ucap Risma.

Menurutnya desain dan perencanaan JPO sudah ada. Desainnya dibuat beda dibandingkan biasanya. Risma ingin agar JPO bukan dibuat dari baja melainkan dari besi.

Agar nanti kalau ada kereta yang membutuhkan tinggi JPO bisa dibongkar pasang. Karena materinya lebih ringan daripada baja sebagaimana JPO yang saat ini ada.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved