Jumat, 1 Mei 2026

Reportase dari Prancis

Festival Interceltic kembali ke Akar Budaya Celtic

keragaman budaya juga menjadi modal Prancis .. di Lorient, Prancis, digelar festival budaya Celtic, pesertanya pun datang dari berbagai negara ...

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
helene jeane koloway/citizen reporter
Fest-noz tari pergaulan Celtic yang bisa ditarikan siapa saja 

Reportase Helene Jeane Koloway
Pegiat literasi/traveller/ibu rumah tangga

SALAH satu pesta budaya terbesar di Prancis adalah Festival Interceltique. Pesta tahunan yang diadakan pada awal Agustus di Kota Lorient, Provinsi Bretagne di sisi barat Prancis. Lorient adalah kota di Prancis yang mempunyai akar sejarah dari suku Celtic.

Hal itu ditunjukkan pada papan kota yang ditulis dalam dua bahasa, Prancis dan Breton (bahasa daerah setempat yang berasal dari bahasa Celtic). Seperti Lorient ditulis An Oriant.

Gebyar budaya Celtic ini sebagai perwujudan cinta orang-orang Breton (sebutan untuk orang-orang Bretagne) pada akar budayanya. Tak heran jika Lorient dipilih menjadi tuan rumah pesta tahunan ini.

Festival Interceltique dimulai tahun 1971 dan dirayakan selama lima hari itu diramaikan peserta dari negara-negara yang berasal dari suku bangsa Celtic.

Parade musik, tarian, dan kostum tradisional suku Celtic membuka acara menarik ini. Parade diikuti peserta dari berbagai negara dengan Diaspora Celtic, seperti Irlandia, Scotlandia, Wales, Asturia, Mann, Australia, Canada hingga Amerika.

Ingat Asterik dan Obelix, pahlawan dari Galia? Nah, alunan musik tradisional Celtic dari instrumen musik Biniou dan Cornemeouse sangat kental sekali di berbagai pertunjukan selama festival berlangsung.

Musik Celtic berkembang dan berimprovisasi dengan alunan musik modern, seperti balada ataupun rock. Beberapa grup musik internasional, seperti The Corrs, grup musik asal Irlandia ini memadukan racikan musik tradisional dan modern Celtic

Pun penyanyi Amy Macdonald, nuansa Celtic menjadi bagian dari alunan melodi di beberapa lagu-lagunya.

Salah satu tarian tradisional yang banyak diminati pengunjung adalah tarian pergaulan, Fest-noz yang berarti pesta malam, acara ini diadakan di malam hari selama acara berlangsung. Diiringi live musik dengan intrumen musik Biniou dan Cornemeouse, para penari membentuk lingkaran dengan saling mengaitkan jari kelingking.

Berawal dari lingkaran kecil, mereka membentuk lingkaran besar, sembari berputar dengan jari-jari diarahkan ke atas dan ke bawah sesuai koreografi tarian.

Tarian Fest-noz menjadi sangat istimewa karena berbagai usia, dari anak-anak hingga senior, tanpa batas kelas, mereka menari bersama. Dari tidak saling kenal, hingga teman ataupun keluarga berbaur di sini.

Tak mengherankan jika Fest-noz ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO sejak 2012.

Selain tarian Fest-noz, beberapa negara, seperti Irlandia dan Mann mempertunjukkan tarian Clacket yang rancak dengan hentakkan kaki dan bunyi sepatu yang mereka kenakan.

Penonton Festival Interceltic setiap tahun bertambah. Tahun 2017 ini, tercatat sebanyak 750.000 pengunjung datang dari berbagai belahan dunia, selain dari Prancis sendiri. Dengan total 4.500 peserta. Di Festival Interceltique inilah ajang Diaspora Celtic salingbertemu, melepas rindu akan akar budaya dan sanak saudara jauh.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved