Berita Banyuwangi

Yuk. . . . , Rekreasi di Taman Bandara Blimbingsari bersama Keluarga

"Bandara Banyuwangi tidak hanya untuk penerbangan saja. Kami ingin masyarakat juga bisa memanfaatkan bandara ini untuk rekreasi," kata Arief Setiawan.

surya/haorrahman
Taman rekreasi yang berada di sekitar bandara. Selain menjadi tempat bermain, juga untuk kebutuhan sirkulasi udara bandara. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Terminal Green Airport Blimbingsari Banyuwangi sudah siap beroperasi. Sambil menunggu peresmian dan pengoperasian terminal, Pemkab Banyuwangi membuat taman rekreasi yang terbuka untuk umum.

"Bandara Banyuwangi tidak hanya untuk penerbangan saja. Kami ingin masyarakat juga bisa memanfaatkan bandara ini untuk rekreasi," kata Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan, Rabu (30/8/2017).

Sesuai dengan konsep Green Airport yang diusung oleh Bandara Blimbingsari, di sekitar terminal kedatangan dan pemberangkatan penumpang, dibuat taman rekreasi yang di dalamnya terdapat berbagai jenis tanaman-tanaman pertanian.

Pemkab Banyuwangi mengatur tata ruang di sekitar bandara agar tetap hijau. Area di sekitar bandara dibiarkan tetap menjadi sawah.

Pemkab tidak mengizinkan pendirian bangunan di sekitar bandara. Ini untuk menjaga tata ruang, agar di sekeliling bandara tetap hijau.

"Taman ini bisa digunakan bagi keluarga penumpang. Sambil menunggu kedatangan pesawat, bisa bermain di taman ini," kata Arief.

Taman itu juga bisa digunakan edukasi memperkenalkan jenis-jenis tanaman pada anak-anak. Mulai dari berbagai jenis tanaman padi, tanaman herbal, dan lainnya.

Di tengah taman dibuat aneka pernak-pernik yang terbuat dari bambu. Seperti tempat untuk beristirahat, jembatan kecil, kincir angin yang terbuat dari bambu. Taman ini didesain ramah anak, agar bisa dijadikan tempat bermain anak-anak.

"Ini terbuka untuk umum. Semua orang bisa ke tempat ini. Masyarakat kalau bosan menunggu kedatangan pesawat, bisa datang ke sini," kata Arief.

Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu mengatakan, taman di sekitar bandara ini selain untuk tempat rekreasi juga dijadikan sebagai penyedia ruang angin, untuk sirkulasi alami di terminal bandara.

Ini karena Bandara Blimbingsari didesain ramah lingkungan, yang minim mesin pendingin ruangan (AC).

Terminal Bandara Blimbingsari menggunakan penghawaan udara alami (cross ventilation). Dinding memiliki banyak bukaan (kisi-kisi), sehingga udara segar dapat mengalir ke dalam bangunan mengeluarkan udara panas baik ke arah horizontal maupun vertikal.

Arief mengatakan, akan terus menambah jumlah titik area teman bermain di sekitar bandara.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved