Seleb
Denada : Dangdut itu Unik
Mengawali karir sebagai penyanyi rap, Denada akhirnya banting setir ke jalur musik Dangdut, sampai kini. Menurutnya Dangdut itu unik!
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Sempat mengawali karirnya sebagai penyanyi di rap, belakangan Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan (38) punya keinginan untuk lebih menggali lebih banyak potensi musik dangdut.
Sebab, menurut artis yang akrab disapa dengan nama Denada ini meyakini musik dangdut ini termasuk unik.
“Karena negara lain nggak punya (dangdut). Hanya ada di Indonesia,” tegasnya ketika ditemui sesaat sebelum pentas di panggung Jazz Traffic Festival 2017 di Grand City Surabaya.
Perempuan kelahiran Jakarta, 19 Desember 1978 ini pun merasa miris ketika melihat respons masyarakat terhadap musik dangdut. “Dangdut masih dianggap tidak keren seperti genre musik lainnya,” tuturnya.
Karena itu pula, putri sulung pasangan Emilia Contessa dan Rio Tambunan ini ingin mengutak-atik sedikit musik dangdut agar bisa akrab dengan anak muda. “Ini bukan (karena) merasa sok pinter. Aku juga ajak teman yang lebih pintar untuk kolaborasi,” bebernya.
Ditekankan Denada: ”Yang penting adalah gimana caranya memajukan musik dangdut agar lebih dicintai anak muda. Alhamdulillah sekarang dangdut makin banyak dinikmati (masyarakat),”
Artis yang sudah merilis empat album dangdut ini lebih senang ketika mengetahui bahwa Jawa Timur banyak diakui sebagai daerah penghasil musisi dangdut yang nomor satu di Indonesia dan dikenal hingga dunia. “Bahkan show musik dangdut kini nggak hanya di Indonesia lagi, tapi sudah di Amerika, di Eropa,” urainya.
Di sisi lain, Denada pun berharap musik Indonesia tak terkotak-kotak pada genre tertentu. Dia berharap seluruh musisi dan penikmat musik negeri ini bisa bersatu meski jenis musik yang disukai berbeda.
“Jangan lagi ada komentar, yang suka hip hop bukan bagian komunitasku,” begitu ujarnya.
Kecintaannya pada banyak genre musik itu, diakui Denada, lantaran sejak kecil dia sudah terbiasa mendengarkan music yang berbeda-beda. “Hari ini dengar pop, besok rock, besok lagi dangdut. Pokoknya setiap hari pasti berganti-ganti,” urainya.
Karena itu pula, Denada yang sudah membukukan dua album rap berjudul Kujelang Hari (Sambutlah) (1994), dan Ini Album Gue (1997) ini berharap satu saat ada kesempatan kolaborasi jazz dengan hip hop.
“Karena rap bisa ikut kemana saja. Jazz bisa ngerap, blues bisa ngerap, bahkan keroncong pun bisa dibikin ngerap. Kita sudah lihat rapper Indonesia bikin itu,” tandasnya.
Tampil di hari kedua Jazz Traffic Festival 2017, Denada pentas bareng DJ Jesse Wilde. Diantara sejumlah komposisi yang dibawakan antara lain single hitsnya, Sing Ken Ken yang dimainkan dalam genre EDM (Electronic Dance Music). Denada dan DJ Jesse juga membawakan genre soul, RnB, dan reggae yang diremix.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/denada_20170830_230500.jpg)