Kebut JLLT, Pemkot Surabaya Segera Bebaskan 33 Bidang Rumah Warga

Pemerintah Kota Surabaya tengah mengebut pembebasan lahan untuk pembangunan jalan lingkar luar timur (JLLT) yang akan dibangun sepanjang 16 kilometer.

Kebut JLLT, Pemkot Surabaya Segera Bebaskan 33 Bidang Rumah Warga
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Pengerjaan jalan lingkar luar barat (JLLB) di lahan milik pengembang di Surabaya Barat lebih dulu dikerjakan dibandingkan JLLT. Sebagian JLLB ini sudah dimanfaatkan oleh pengendara bermotor, Senin (28/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya tengah mengebut pembebasan lahan untuk pembangunan jalan lingkar luar timur (JLLT) yang akan dibangun sepanjang 16 kilometer.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, sampai akhir tahun ini pihaknya akan konsen untuk melakukan pembayaran bidang tanah di trase jalur proyek JLLT.

"Sampai saat ini memang belum ada yang sudah dibayar. Kemarin baru saja kita ajukan pembebasan untuk 33 bidang," kata Erna saat ditemui di Gedung DPRD, Senin (28/8/2017).

Sejumlah bidang lahan itu khusus untuk wilayah yang ada di empat kecamatan. Yaitu Rungkut, Gunung Anyar, Sukolilo, dan Mulyorejo. Yang melalui enam kelurahan, yaiyu Medokan Ayu, Wonorejo, Gunung Anyar Tambak, Medokan Semampjr, Keputih, dan Kejawan Putih.

"Tapi belum kita bayar. Rencananya dua minggu lagi baru kita bayar," kata Erna.

(Baca: Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Minta Tambahan Rp 20 M untuk Bebaskan Lahan JLLB dan JLLT)

Dengan fokus pembebasan di akhir tahun 2017, maka diharapkan tahun depan proses pengerjaan jalan untuk tanah yang sudah bebas bisa mulai dikerjakan.

Erna menolak menjelaskan detail berapa anggaran yang dialokasikan khusus untuk JLLT. Akan tetapi dalam KUAPPAS perubahan APBD 2017, pagu anggaran untuk pemebabasan jalan JLLB dan JLLT diberi cukup besar. Yaitu mencapai Rp 80 miliar.

"Perubahan anggaran 2017 ini aku dikasih besar, semoga saja nutut. Karena waktu penyerapan untuk pembebasan lahan ini cepat nggak sampai empat bulan sampai tutup tahun," katanya.

Dibandingkan dengan progress jalan lingkar luar barat (JLLB) progres JLLT memang terbilang lebih lambat. Padahal saat ini progres untuk JLLB sudah sekitar 70 persen. Termasuk lahan yang digarap oleh pengembang.

Di sisi lain Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengkritisi lambatnya progres jalan JLLT ini. Padahal sesuai target harusnya tahun 2018 jalan sepanjang 16 kilometer itu bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Keluhannya proses pembebasan lahan warga lama. Padahal dalan aturan sudah dibolehkan, jika warga tidak mau dibebaskan lahannya dengan harga appreisal maka bisa konsinyasi," ucap Syaifuddin.

Sebab peran jalan JLLT ini cukup besar. Selain untuk konektivitas antar wilayah juga bisa memperlancar arus lalu lintas dengan penyediaan kapasitas jalan baru.

"Kami mendorong Pemkot juga mendesak pengerjaan jalan yang menjadi kewajiban pengembang. Sebab kan ada pembagian, untuk penyelesaian JLLT yang ada di kawasan pengembang dibangun oleh pengembang," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved