Berita Mojokerto

Antisipasi Kecelakaan di Jalur Ekstrim Cangar Mojokerto, Satlantas Bersihkan Kerikil Bekas Galian

Jalur alternatif Cangar yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu ini kerap terjadi kecelakaan.

Antisipasi Kecelakaan di Jalur Ekstrim Cangar Mojokerto, Satlantas Bersihkan Kerikil Bekas Galian
surya/rorry nurmawati
Kanit Dikyasa Polreskab Mojokerto Ipda Edy Widoyono bersama tim relawan PMI saat membersihkan kerikil di ruas jalan Gotekan, Kabupaten Mojokerto, Senin (28/8/2017). 

SURYA.o.id | MOJOKERTO - Banyaknya krikil bekas galian pelebaran jalan, membuat Satlantas Polreskab Mojokerto berinisiatif untuk membersihkan.

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur tengkorak.

Kanit Dikyasa Polreskab Mojokerto Ipda Edy Widoyono mengatakan, di jalur alternatif Cangar yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu ini kerap terjadi kecelakaan.

Ditambah, saat ini tepat di daerah Gotekan sedang dilakukan pelebaran jalan.

"Bekas galian tanah yang dilebarkan, justru ditaruh jalan aspal. Selain itu, banyak kerikil yang berserakan di tengah jalan. Karena hal ini, banyak kendaraan yang mengalami selip ban dan hampir terjadi kecelakaan. Untuk itu, kami bersama relawan PMI membersihkannya," kata Edy saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Senin (28/8/2017).

Untuk itu lanjut Edy, ia menghimbau kepada pengguna jalan untuk lebih waspada dan berhati-hati ketika melewati salah satu jalur yang dikenal ekstrim tersebut.

Mengingat ada banyak tikungan tajam, turunan, dan tanjakan yang membahayakan bagi pengendara.
Tanjakan paling ekstrim ada di daerah Gotekan. Kendaraan yang kondisinya normal, sangat mudah mogok saat di tanjakan.

Pelebaran jalan yang sampai kini dilakukan wajib diwaspadai pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Banyak material bahan bangunan yang bisa membuat pengguna jalan terlibat kecelakaan terlebih jika tidak berhati-hati ketika melintas.

Medan jalan yang ekstrim di jalur Pacet - Cangar - Batu itu dikenal sebagai jalur tengkorak.

"Kami bersihkan sebisa mungkin, supaya tanah dan kerikil tidak sampai ke jalan aspal. Selain jalan yang curam, tanah dan kerikil juga menjadi faktor keselamatan pengendara saat di jalan. Ketika jalan licin dan jalannya curam, bisa menyebabkan ban selip," tandasnya.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved