Citizen Reporter

Kisahkan Pengalamanmu dalam Estafet Cerita

dengan bercerita tentang pengalamannya siswa sekaligus belajar mendengar, membaca, menulis dan bercerita di depan teman-temannya ...

Kisahkan Pengalamanmu dalam Estafet Cerita
khoirun nisak/citizen reporter
Siswa yang ketiban giliran bercerita tentang pengalaman yang pernah dialaminya 

Reportase Khoirun Nisak
Guru SD TPI Gedangan

NUANSA bermain sangatlah diharapkan oleh anak-anak ketika pembelajaran berlangsung. Jumat (18/8/2017) pagi itu, 20 siswa kelas IV SD TPI Gedangan memainkan permainan pembelajaran encer.

Empat kompetensi siswa, yaitu mendengar, membaca, menulis, dan berbicara secara keseluruhan harus mampu dilatih pada muatan bahasa Indonesia. Nah, hari itu siswa akan belajar menceritakan kembali pengalamannya dengan menggunakan bahasa yang sistematis sebagai tujuan pembelajaran.

Untuk mengemas pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik, guru kelas IV SD TPI Gedangan menggunakan media pembelajaran serupa bola gelinding yang diberi nama encer atau estafet cerita.

Siswa akan dikondisikan mampu mengeluarkan idenya secara lisan dengan media permainan yang dibuat dari kaleng susu bekas yang dimodifikasi menjadi bola yang sudah ditempelkan beberapa kategori pengalaman yang bisa diceritakan siswa.

Antara lain: pengalaman menyenangkan; pengalaman menyedihkan; pengalaman menegangkan; pengalaman tak terlupakan; dan pengalaman baru.

Teknis permainan ini bernuansa lempar bola secara estafet. Siswa duduk melingkar. Diiringi alunan musik yang tenang, giliran pertama melempar dilakukan oleh guru. Siswa yang mendapat lemparan bola, bertugas menceritakan pengalamannya berdasarkan kategori yang tertempel, dalam waktu satu menit.

Selanjutnya alunan musik kembali dimatikan untuk giliran lemparan selanjutnya. Siswa yang mendapat giliran bercerita, disodori megaphone agar suaranya bisa terdengar jelas sehingga ceritanya juga bisa dinikmati oleh teman-temannya yang lain.

Berlangsung kondusif dan ekspresi keceriaan mengiringi permainan. “Beberapa karakter dapat dipelajari siswa dalam permainan ini di antaranya keberanian berbicara dan tampil, tanggung jawab atas tugas yang diberikan, disiplin waktu dalam bercerita dan sportif dalam bermain,” ujar guru kelas.

Berbagai cerita menarik muncul dalam permainan ini. Misalnya, cerita tak terlupakan dari Rassya yaitu ketika pulang sekolah tercebur ke sungai di depan sekolah lantaran berjalan tidak berhati-hati.

Cerita lain berasal dari Devita, yang menyampaikan bahwa permainan ini sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan. Dengan agak malu-malu dia menyampaikan sedikit demi sedikit gagasannya.

Di tengah-tengah untaian cerita siswa, guru juga memberikan penekanan amanat yang dapat diambil. Misalnya dari cerita Rassya, bahwa penting untuk bersikap berhati-hati dalam bertindak menjadi nasihat guru.

“Sungguh pengalaman menyenangkan pula bagi saya, ketika mereka bisa belajar dengan keceriaan. Muatan pembelajaran tetap tersampaikan, mereka pun bisa mendapatkan pengetahuan dengan bermain,” pungkas Khoirun Nisak, guru kelas IV SD TPI Gedangan.

     

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved