Berita Jombang

Mantan Rektor Undar Trisula Ditahan, Kajari Jombang : Ijazah yang Dikeluarkan Tidak Berlaku

Lukman Hakim Mustain dinyatakan sebagai orang yang harus bertanggungjawab karena menyelenggarakan pendidikan tanpa izin pemerintah

Mantan Rektor Undar Trisula Ditahan, Kajari Jombang : Ijazah yang Dikeluarkan Tidak Berlaku
SURYA Online/Sutono
Lukman Hakim Mustain (baju kotak-kotak) saat akan memasuki Lapas Jombang, Kamis (24/8/2017) 

SURYA.co.id | JOMBANG – Pascapenahanan Lukman Hakim Mustain, mantan Rektor Universitas Darul Ulum (Undar) versi Yayasan Undar Trisula pada Kamis (24/8/2017) lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang segera membawa perkaranya ke PN setempat. Karena terungkapnya kasus tersebut, ijazah yang selama ini dikeluarkan Undar Trisula dan ditandatangani Lukman Hakim dinilai tidak berlaku.

"Kalau penyelenggaraan pendidikannya tanpa izin, tentu ya bodong (palsu) ijazah yang dikeluarkannya. Tentu tidak berlaku,” ungkap Kepala Kejari Jombang Syafirudin, Sabtu (26/8/2017).

Dari kasus ini, tersangka yang akrab disapa Gus Lukman tersebut dinyatakan sebagai orang yang harus bertanggungjawab karena menyelenggarakan pendidikan tanpa izin pemerintah. Menurut Syafirudin, penyelenggaraan pendidikan yang selama ini dilaksanakan oleh tersangka juga termasuk tidak jelas pengelolaannya.

“Ijazah tidak berlaku. Karena berdasarkan aturan, seharusnya ada persetujuan menteri pendidikan, pengelola pendidikan atau perguruan tinggi harus ada izin dari pemerintah, harus dilegalisasi oleh pemerintah,” jelasnya.

Meski begitu, ia secara persis maupun perkiraan mengaku belum mengetahui jumlah ijazah yang sudah dikeluarkan Undar Yayasan Undar Trisula.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Jombang akhirnya menahan Lukman Hakim Mustain, warga Jl KH Abdurrahman Wahid No 29 A Jombang, Kamis (24/8/2017).

Mantan Rektor Undar versi Yayasan Undar Trisula Jombang itu ditahan atas kasus penyelenggaraan pendidikan tanpa izin pemerintah. Kasus ini sebelumnya ditangani Diskrimsus Polda Jawa Timur.

Lukman langsung dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jombang setelah Kejari Jombang menerima pelimpahan berkas perkara dari Kejati Jawa Timur, Kamis (24/8/2017).

Kasus bermula dari laporan Ali Sukamtono, warga Griya Kencana Mulya, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang Kota yang juga Sekretaris Yayasan Undar (tanpa embel-embel Trisula), 21 Februari 2012 lalu.

Kepada penyidik Polda Jatim, Ali melaporkan Lukman karena menyelenggarakan wisuda mahasiswa di Undar pada Agustus tahun 2010. Sebelum digelarnya wisuda, Ali sudah menegur Gus Lukman karena wisuda mengatasnamakan Undar.

Namun meski ditegur, Lukman tetap saja menggelar wisuda. Karena itu, pada Januari 2011, Ali Sukamtono selaku Sekretaris Yayasan Undar (tampa embel-embel Trisula) yang menaungi Undar, mensomasi Lukman agar tidak menggelar wisuda atas nama Undar. Tetapi, Lukman tidak menggubris, tetap menggelar wisuda mengatasnamakan Undar. Ali lantas melaporkannya ke Polda Jatim.

Penulis: Sutono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved