Berita Surabaya

Lomba Jumantik- Ajang Silaturahmi Membangun Semangat Kader Bumanti Jalankan Tugas

"Karena pelakunya ibu-ibu, jadi Bumantik. Biar tambah semangat para kader ini kita panggil Bumantik Hebat," tutur Maya Santyawati.

Lomba Jumantik- Ajang Silaturahmi Membangun Semangat Kader Bumanti Jalankan Tugas
surya/achmad zaimul haq
CEGAH DB - Ibu-ibu warga RW 13 Putat Jaya yang juga merupakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dengan memasang batang sereh atau serai yang bisa mengusir nyamuk di kepala menampilkan yel-yel pada lomba adu pengetahuan pencegahan demam berdarah di balai Kelurahan Putat Jaya, Kamis (24/8). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gelak tawa puluhan perempuan terdengar di halaman kantor Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Suara wujud kegembiraan perkumpulan ibu Bumantik atau singkatan dari Ibu Pantau Jentik.

Bumantik adalah sebutan dari istilah umumnya Jumantik (Juru Pantau Jentik).

"Karena pelakunya ibu-ibu, jadi Bumantik. Biar tambah semangat para kader ini kita panggil Bumantik Hebat," tutur Maya Santyawati, Sanitarian Puskesmas Putat Jaya saat menyambut kedatangan Surya.co.id, Kamis (24/8/2017).

Masih dalam semangat 17 Agustus 1945, mereka bertemu kembali serta silaturahmi dalam forum suka cita kemerdekaan. Serta mencairkan suasana setelah lama menjalankan tugasnya, sebagai kader Bumantik di tengah masyarakat Putat Jaya.

Ajang silaturahmi ini menurut Maya merupakan upaya untuk membangun semangat Bumantik dalam menjalankan tugas. Mereka disatukan dalam kegiatan lomba presentasi dan yel yel, masing-masing Bumatik perwakilan RW. Sekaligus sosialisasi pengetahuan terkait penyakit demam berdarah dan cara mengatasinya.

Setiap pertemuan seperti ini, agaknya menjadi nyala api semangat bagi para kader Bumantik. Tak terkecuali Cholifah (52) Ketua Koordinator Bumantik RW 13 Putat Jaya.

Perempuan parubaya itu berulangkali terlihat paling semangat ketika setiap perwakilan menampilkan kebolehannya.

"Kegiatan seperti ini selalu menyenangkan. Kita jadi punya banyak teman dan saudara, wawasan dan ilmu juga tambah. Kami kan di rumah jarang sekali keluar rumah. Oh ya, setiap kali bertemu seperti ini kita jadi semangat kembali giat Jumantik," tuturnya semangat.

Saking semangatnya, Chalifah yang juga menjadi salah satu peserta lomba Bumantik Hebat juga melakukan persiapan khusus, sebelum penampilannya.

"Kami memakai dress code warna kuning, dan membuat mahkota dari batang serei. Batang serai menjadi salah satu tumbuhan yang bisa menolak nyamuk," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved