YouGen

Sempat Gundah, Sepfri Norma Ngebut Lulus 3,5 Tahun

Perempuan asli Surabaya kelahiran 30 September 1997 ini bertutur, sejak masih SMP dan SMA, dia punya prestasi akademis yang lumayan oke.

Sempat Gundah, Sepfri Norma Ngebut Lulus 3,5 Tahun
surya/sudarma adi
Sepfri Norma 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tak ada beban di pikiiran Sepfri Norma untuk tergesa-gesa menyelesaikan akademik di kampusnya, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Itu karena orangtuanya hampir tak pernah menanyakan kapan wisuda dan kelulusan, karena paham kegiatan organisasi dan prestasi akademik yang diraihnya. Meski begitu, ada kegundahan di hatinya, agar segera lulus dan bisa bekerja.

Perempuan asli Surabaya kelahiran 30 September 1997 ini bertutur, sejak masih SMP dan SMA, dia punya prestasi akademis yang lumayan oke. Rata-rata, dia selalu meraih rangking lima besar di kelasnya.
Begitu juga dengan prestasi olahraga, dimana dia sering ikut kejuaraan untuk cabang dayung.

“Ketika saya memilih kuliah di Untag, orang tua juga tetap mendukung karena percaya dengan kemampuan saya,” ujar perempuan yang kuliah di Fakultas Ekonomi semester tiga ini.

Kegiatan perkuliahan di fakultas itu diikutinya dengan rajin dan penuh semangat. Kepercayaan orangtuanya itu tak sia-sia, karena rata-rata dia bisa meraih IPK sekira 3,4.

Kegiatan organisasi kampus juga dia tekuni, dimana dia terlibat sebagai pengurus divisi penelitian dan pengembangan pada Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himajemen).

Apa yang dilakukan Sepfri selalu diusahakan sepenuh kemampuannya.

“Orang tua juga tak pernah tanya kapan lulus, karena sudah paham dengan saya dan tahu pasti tepat waktu lulusnya,” papar pehobi baca buku ini.

Namun yang membuat dia kepikiran, karena sanak keluarganya, seperti tante dari keluarga ibunya, yang malahan sering bertanya padanya kapan lulus dan segera bekerja.

Mereka bertanya ketika sedang ngumpul di Tuban, saat Lebaran kemarin. Begitu juga dengan teman lamanya, ketika bertemu di sebuah mal di Surabaya, pertanyaan kapan lulus dan segera bekerja terus menggelitik hatinya.

“Ini tak jadi beban, karena saya berusaha menyelesaikan studi dengan hasil baik. Namun saya jadi kepikiran juga,” urainya.

Makanya, tak ada cara lain, selain harus ngebut memenuhi target lulus selama 3,5 atau 4 tahun, dia juga sudah mempersiapkan angan-angan pasca lulus nanti. Dia bakal melamar ke perusahaan di bidang marketing atau memilih jadi enterpreneurship.

“Yang sedang saya persiapkan, adalah berjualan jilbab. Ini rencana saya pasca lulus nanti,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved