Single Focus

Kiat Pencetak Juara Olimpiade di Surabaya- SMAN 16 Kasih Materi Beda, SMAN 1 Cari Bibit sejak Awal

Di belakang mereka, selalu ada jasa para guru pembimbing. Mereka inilah yang memberi motivasi dan mengajarkan berbagai soal.

Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
TARGETKAN JUARA - Dari kiri: Sri Utami (guru Kimia), Agus Widono (guru Ekonomi), M Harin (guru Fisika) dan Mohammad Sobih (guru Matematika) merupaka guru yang menangani persiapan tim SMAN 16 untuk mengikuti Olimpiade bidang akademik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meraih juara olimpiade merupakan prestasi yang selalu menjadi kebanggaan para siswa. Untuk meraihnya, bukanlah hal mudah kendati siswa memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Di belakang mereka, selalu ada jasa para guru pembimbing. Mereka inilah yang memberi motivasi dan mengajarkan berbagai soal dengan tingkat pemecahan kesulitan di atas ujian sekolah pada umumnya.

Salah satu SMAN di Surabaya yang selalu mengorbitkan siswa berprestasi adalah SMAN 16.

Di antara para pembimbing di sekolah itu, ada satu guru mata pelajaran Kimia bernama Sri Utami MPd.

Sri, sapaan akrabnya, telah bertahun-tahun membimbing siswa calon peserta olimpiade. Baginya, membimbing siswa di bidang akademik bukan perkara mudah. Para guru harus menerapkan pembelajaran materi berbeda dari yang diajarkan di kelas.

Perempuan yang juga instruktur nasional pelajaran Kimia ini menuturkan, tingkat kesulitan materi soal olimpiade lebih tinggi dari ujian pada umumnya.

Siswa yang akan mengikuti olimpiade harus paham konsep dasar terhadap mata pelajaran yang diolimpiadekan.

Dengan pemahaman konsep dasar matang, pembimbing tinggal mengajarkan materi dengan tingat kesulitan lebih tinggi atau high order thinking. Sebab, kesulitan materi soal olimpiade setingkat perguruan tinggi.

“Nah guru saat ini mengajarkan materi dasar sampai kelas XII. Karena di lingkup sekolah waktunya terbatas, anak (ikut) olimpiade harus ada jam khusus,” tuturnya.

Penambahan materi kepada siswa dalam mempersiapkan olimpiade diadakan dua jam usai pulang sekolah dan bisa lebih, tergantung motivasi siswa.

Untuk siswa kelas X, lebih pada persiapan materi dasar. Berbeda dengan siswa kelas XI, materi pelajaran SMA disampaikan semua.

“Tidak seperti di ulangan yang tingkat berpikirnya dua atau tiga, tetapi (soal olimpiade-Red) butuh tiga hingga empat tingkat pemikiran,” ujar Sri.

Sebagai pembimbing siswa yang rutin mengikuti olimpiade, Sri akan melihat dulu minat dan ketekunan siswa. Apabila mengikutkan siswa tanpa ada minat, justru membuat beban.

Kebanyakan siswa yang berminat ikut olimpiade dari kelas X. Mereka sering tanya informasi olimpiade.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved