Berita Surabaya

Gaet Pihak Swasta, PDAM Bakal Tambah 26 Kran Siap Air Minum

Tahun depan setidaknya akan ditambah sebanyak 26 titik kran siap air minum di tempat pelayanan publik dan juga sekolah

SURYA/Fatimatuz Zahro
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Mujiaman meninjau kran siap air minum di SMKN 5 Surabaya, Sabtu (18/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya berencana menambah jumlah kran air siap minum yang kini sudah tersebar di Kota Pahlawan.

Tahun depan setidaknya akan ditambah sebanyak 26 titik kran siap air minum di tempat pelayanan publik dan juga sekolah. Ini untuk memberikan edukasi dan pendekatan ke anak-anak sekolah dan warga Surabaya tentang adanya air yang sudah siap minum di Surabaya.

"Program ini sudah dimulai sejak tahun 2013. Saat ini jumlahnya ada 26 titik pertahun hanya menambah sekitar enam titik saja. Tahun depan rencanaya kita akan tambah 26 titik lagi," ucap Mujiaman.

Menurutnya untuk membangun satu titik dibutuhkan anggaran sekitar Rp 70 juta hingga Rp 100 juta. Untuk membangunan instalasi penyaringan air agar air bisa langsung diminum langsung dari pipa PDAM.

"Anggaran yang dibutuhkan tentu besar. Tapi kami akan coba menggandeng perusahaan swasta, dan juga menawarkan ke sskolah. Jadi sekolah yang membangun kami akan melakukan perawatannya," ucap Mujiaman.

Menurutnya sistem yang digunakan untuk air kran ini beda dengan air di instalasi PDAM biasa. Jika kran pelanggan biasa diolah mulai proses klarifikasi, sedimentasi, filtrasi hanya dengan pasir, maka kran siap air minum ini menggunakan membran.

"Sekolah nanti yang akan kita approach atau dekati. Agar anak-anak sejak kecil sudah terbiasa untuk minun air langsung dari kran dan mengerti apa value nya," kata Mujiaman.

Ia menyebut jika membeli air kemasan, maka banyak cost yang dikeluarkan. Harga pergelasnya bisa seribu kali lipat dibandingkan dengan air kran PDAM yang hanya dihargai Rp 350 per meter kibiknya.

Belum lagi proses angkut air kemasan yang menggunakan truk dan juga motor yang bisa menambah pencemaran udara dan lingkungan. Belum lagi dampak sampah plastiknya. Namun jika sudah dibiasakan untuk minum air kran maka akan lebih hemat dan menjaga lingkungan.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa program air siap minum ini juga menjadi bukti bahwa layanan air PDAM sudah ada yang bisa langsung diminum dari pipa.

"Ini sekaligus menyiapkan langkah PDAM untuk membangun kran air minum bukan hanya dalam bentuk titik. Melainkan kawasan. Yang tahun 2018 nanti akan mulai direalisasikan di kawasan Ngagel Tirto," kata Mujiaman.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved