VIDEO - Polisi Buru Penyebar Hoax Garam Bercampur Kaca

BPOM Surabaya memastikan bahwa kabar mengenai garam dapur yang bercampur kaca adalah hoax. Polisi pun kini memburu penyebar kabar sesat tersebut.

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktur Reskrimsus (Direktorat Kriminal Khusus) Polda Jatim, Kombes Pol Widodo menanggapi serius berita hoax terkait garam campur kaca dan tawas.

Apalagi, salah satu perusahaan produsen garam yang sempat disebut dalam kabar tersebut, telah melayangkan laporan, Jumat (17/8/2017).

"Laporan yang diajukan adalah terkait undang-undang ITE, pencemaran nama baik lewat internet. Kami akan mencari pelaku pertama yang mengunggahnya," tegasnya.

Baca: VIDEO - Soal Garam Bercampur Kaca, Begini Klarifikasi Dari BPOM

Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya telah memastikan bahwa kabar garam bercampur kaca dan tawas itu tidak benar alias hoax. 

Dra Hardaningsih Apt, MHSM, Kepala Balai Besar POM di Surabaya menuturkan berita hoax ini sudah beredar di kalangan masyarakat beberapa minggu terakhir. Sehingga tak sedikit warga resah, sekaligus perusahaan produksi garam terkait merasa dirugikan.

"Kami sudah melakukan uji pada enam sample garam yang diberitakan, awal Agustus lalu di Lamongan (karena berita ini center di Lamongan). Dan semuanya tidak seperti yang diberitakan," tuturnya, saat menghadiri acara di Polda Jatim, Jumat (18/8/2017).

Hasil uji dari enam merek garam di antaranya merek Sarcil, 2 Anak Pintar, Ibu Bijak, Kerapan Sapi, Garam Gambar Gajah, dan Garam S telah sesuai ketentuan. Artinya larut air sempurna dan hasil mutunya memenuhi syarat (kadar air, NaCL, dan kadar yodium).

"Meski ada beberapa yang kadar yodiumnya kurang. Sudah kami beritahukan untuk diperbaiki. Jadi tidak ada yang campur kaca atau tawas," tambahnya tegas. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved