Hari Kemerdekaan Indonesia

VIDEO - Belum Waktunya Lahir, Delapan Bayi di Blitar ini Dilahirkan Pada Hari Kemerdekaan

Di Blitar, delapan bayi sekaligus lahir pada 17 Agustus. Padahal bayi-bayi itu secara perhitungan medis belum waktunya lahir. Kok kebetulan ya?

SURYA.co.id | BLITAR – Wiwik Winarti (36) masih terbaring lemas di ruang melahirkan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tanjungsari, Kota Blitar, Kamis (17/8/2017).

Wajah perempuan asal Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, ini terlihat lelah.

Meski lelah, Wiwik dalam suasana bahagia. Dia baru saja melahirkan bayi laki-laki secara normal. Bayi laki-laki itu merupakan anak pertama Wiwik. Wiwik bahagia karena anak pertamanya lahir di hari spesial bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

“Padahal pekiraan dokter, anak saya lahir akhir Agustus ini. Ternyata anaknya ingin keluar hari ini, mungkin mau ikut upacara,” kata Wiwik bercanda.

Wiwik melahirkan sekitar pukul 10.00 WIB tepat dengan detik-detik pembacaan Proklamasi. Dia melahirkan secara normal. Bayina juga telihat sehat. Karena lahir bertepatan dengan HUT Kemerdekaan, dia berencana membari nama anaknya, Muhammad Dirga Pratama. Dirga itu diambil dari kata Dirgahayu.

“Mau saya beri nama Muhammad Dirga,” ujar Wiwik yang saat itu didampingi suaminya, Dwi Fajar (39).

Selain Wiwik, di RSIA Tanjungsari, juga ada tiga perempuan lain yang melahirkan tepat dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Ketiga perempuan lainnya itu melahirkan secara operasi cesar.

Seperti Sri Indawati, warga Lodoyo, Kabupaten Blitar. Dia melahirkan anak kedua. Anak keduanya ini berkelamin laki-laki.

Sri mengaku sebenarnya tidak memilih hari melahirkan tepat dengan Hari Kemerdekaan. Dia memang sudah mengalami kontraksi dan harus dioperasi saat itu juga.

“Memang sudah kontraksi dan harus dioperasi hari ini. Kebetulan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan. Saya juga belum menyiapkan nama,” kata Sri.

Dokter Kandungan RSIA Tanjungsari, dr Wayan Rupana, SpOG mengatakan ada empat ibu melahirkan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan ke-72 RI. Satu ibu melahirkan secara normal dan tiga ibu lainnya melahirkan secara operasi.

Menurutnya keempat ibu yang melahirkan itu memang dengan indikasi medis. Artinya, tidak ada ibu yang memang berniat melahirkan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan.

“Ada yang air ketubannya sudah pecah dan harus dioperasi serta memang sudah waktunya melahirkan. Semua ibu dan bayinya dalam kondisi sehat,” katanya.

Informasi yang dihimpun, ada delapan bayi lahir bertepatan dengan HUT Kemerdekaan ke-72 RI di Kota Blitar. Kedelapan bayi itu lahir di empat rumah sakit di wilayah Kota Blitar. Rinciannya, empat bayi lahir di RSIA Tanjungsari, dua bayi lahir di RSU Aminah, satu bayi lahir di RSU Syuhada Haji, dan satu bayi lagi lahir di RSUD Mardi Waluyo.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved