VIDEO - Penjelasan Wali Kota Malang Soal Pemeriksaannya Sebagai Saksi di KPK

Wali Kota Malang, M Anton, baru selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat ketua DPRD Arief Wicaksono.

SURYA.co.id | MALANG - Wali Kota Malang, M Anton baru selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus korupsi yang menjerat Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.

Anton menjelaskan pertanyaan yang diajukan para penyidik adalah terkait APBD 2015-2016 tentang pembangunan jembatan Kedungkandang.

"Memang itu berdasarkan usulan pandangan fraksi-fraksi. Tapi saat itu juga saya sudah menyampaikan untuk berhati-hati terhadap perkara itu karena masih berproses hukum," ujar Anton pada awak media usai menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD Kota Malang, Rabu (16/8/2017).

(Baca: BREAKING NEWS - KPK Cuma 10 Menit Periksa Arief Wicaksono, Katanya : Masih Koordinasi)

Selain itu, Anton juga mengaku ditanyai mengenai dugaan kasus suap. Namun karena tidak tahu menahu, ia pun menjawab apa adanya. Tentang pembangunan jembatan Kedungkandang, Anton menegaskan dirinya sudah menetapkan kebijakan untuk tidak dilelang karena proses hukum belum selesai.

"Saat itu masih diinvestigasi tim independen Airlangga (Universitas Airlangga). Setelah itu dilanjutkan tim dari ITB, itu pun belum keluar. Saat itu diputuskan tidak dianggarkan kembali dan ditutup pada 2016 akhir," jelasnya.

Ia pun mengaku ada surat permohonan dari Arief untuk pembangunan jembatan. "Ada surat permintaan percepatan itu, saya lupa tanggal dan bilannya tapi 2015, resmi ditandatangani. Ada di kantor dan di kantor rumah dinas, tapi tidak diturunkan karena tidak dijalankan jadi disimpan saja surat itu," ungkapnya.

(Baca: KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Malang dan Bawa Satu Ponsel Milik Abah Anton)

Mengenai mengapa ia dipanggil ke Jakarta sementara saksi lainnya hanya diperiksa di Polres Malang Kota, Anton tidak mengerti mengenai kebijakan tersebut.

"Di Jakarta ataupun di Malang ya ditaati saja proses hukumnya. Saya berharap pada seluruh jajaran KPK dan saksi-saksi supaya sabar dalam proses ya kalau bisa mungkin lebih cepat agar kalangan dinas bisa kembali bekerja seperti biasa," katanya. 

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved