Hari Kemerdekaan Indonesia
VIDEO - Jon Sapoetra Soetimin, Saksi Sejarah Agresi Militer Belanda hingga Pemberontakan PKI
Ditemui di rumahnya di Jalan Antartika 1 No 4, Jenggolo, Sidoarjo Kota, Soetimin sangat bersemangat menceritakan kesaksiannya sebagai pejuang 45.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
Reportase: Irwan Syairwan
SURYA.co.id | SURABAYA - Sudah sangat sedikit orang yang menjadi saksi sejarah Kemerdekaan Indonesia. Jon Sapoetra Soetimin (92) adalah satu di antaranya.
Pejuang Kemerdekaan 1945 ini sudah mengalami berbagai pertempuran, baik melawan penjajah Belanda, hingga pemberontakan-pemberontakan yang merongrong NKRI.
Ditemui di rumahnya di Jalan Antartika 1 No 4, Jenggolo, Sidoarjo Kota, Soetimin sangat bersemangat menceritakan kesaksiannya sebagai pejuang 45.
Kisahnya menjadi tentara bermula ketika tahun 1942 Soetimin yang asli Purworejo Jateng ikut pakdenya merantau ke Bandung.
Saat itu, Soetimin masih berumur 17 tahun. Dia bekerja membuat mur dan baut untuk peralatan perang tentara Jepang.
Pada 1943, Jepang membuka perekrutan tentara pembantu (Heiho). Soetimin mendaftar dan diterima.
Setelah Jepang menyerah dan Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan, Soetimin masuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), organisasi cikal-bakal TNI saat ini.
Soetimin diperintah untuk bertugas di kampung halamannya guna menjaga keamanan dan ketertiban.