Selasa, 7 April 2026

Jokowi 'Jatuh Cinta' pada Ajudan dari Papua, Inilah Sosoknya

Setelah melihat Stevanus, Jokowi rupanya 'jatuh cinta' pada orang Papua. Dia pun ingin memiliki ajudan pribadi yang berasal dari Papua.

Editor: Tri Mulyono
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Presiden Joko Widodo saat hadir dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Posisi ajudan pribadi Presiden Joko Widodo dari unsur Polri sempat lama kosong.

Posisi tersebut kosong setelah ditinggal Brigjen Listiyo Sigit Prabowo yang diangkat menjadi Kapolda Banten pada Oktober 2016.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Presiden Jokowi saat ini telah memilih Kombes Johnny Edizon Isir sebagai ajudan pribadinya.

Menurut Tito, Jokowi memilih Edizon setelah melihat ajudan Tito yang bernama Stevanus dalam acara HUT Bhayangkara pada 10 Juli 2017.

Setelah melihat Stevanus, Jokowi rupanya 'jatuh cinta' pada orang Papua. Dia pun ingin memiliki ajudan pribadi yang berasal dari Papua.

"Beliau menanyakan kepada saya, ' Ajudan Pak Kapolri orang Papua?', (saya jawab) 'Ya betul Pak. (Beliau tanya) 'Bagus enggak?', (saya jawab) 'Bagus Pak, lima tahun bersama saya, cerdas, loyal, bisa memahami apa yang kita inginkan, dan seterusnya lah'," ujar Tito menirukan percakapannya dengan Jokowi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/8/2017).

Mendengar keinginan Presiden, Tito langsung mengusulkan nama Johnny. Sebab, Johnny memiliki kesamaan dengan para ajudan Jokowi lainnya dari unsur TNI AU, AD, dan AL.

Johnny dan tiga ajudan Jokowi lainnya itu sama-sama lulusan Akademi Kepolisian/Militer angkatan 1996. Selain itu, Johnny merupakan penerima penghargaan Adhimakayasa di angkatannya.

Menurut Tito, Johnny juga pernah ditempatkan di wilayah yang tingkat kerawanannya tinggi dan dapat mengelola keamanan wilayah tersebut secara baik.

"Kalau namanya mencari ajudan bukan hanya masalah kemampuan, tetapi juga ngeklik enggak, satu chemistry enggak. Beliau begitu dihadapkan, langsung, 'Ya saya pilih dia'," kata Tito.

Johnny sebelumnya menjabat Direktur Reskrimsus Polda Riau. Johnny juga pernah menempati sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kapolres Jayawijaya pada 2013 dan Kapolres Manokwari pada 2016.

Pada 2008, Johnny diangkat sebagai Wakasat Reskrim Polwiltabes Surabaya. Kemudian pada 2009, dia diangkat sebagai Wakapolres Surabaya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved