Berita Pendidikan Surabaya

Wali Murid Tanggapi Beragam Wacana UST - Ragu Tak Ada Pungli, Ada yang Dukung UST karena Alasan ini

“Mending gini aja, kalau mau dibikin UST pasti tidak mungkin menghapus pungutan. Kalau pakai UST nanti ikut atau tidak tetap bayar akhirnya."

surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi siswa SMA 

SURYA.co.id | SURABAYA – Wacana penerapan Uang Sekolah Tunggal (UST) sesuai dengan penghasilan keluarga dirasa orang tua tidak efektif. Apalagi tujuannya yang diharapkan bisa menghapuskan tarikan-tarikan kebutuhan sekolah yang rawan pungutan liar.

Hal ini diungkapkan wali murid SMAN 5, Diah Purwaningsari, Selasa (15/8/2017).

Menurutnya penerapan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sesuai Surat Edaran Gubernur Jatim sudah adil. Bagi yang tidak mampu tetap bisa mengajukan keringanan.

“Tarikan di sekolah pasti ada, entah itu iuran anak-anak sendiri untuk beli kaos atau kegiatan malam kesenian,” jelasnya kepada SURYA.co.id.

Jika besaran SPP tinggi, lanjut Diah, tidak akan ada bedanya dengan sekolah swasta yang kualitasnya justru lebih baik.

Sebab, dalam prakteknya pasti ada pungutan tambahan. Pihak sekolah tinggal mengutarakan kalau mau jalan kegiatannya ya minta dukungan orang tua.

“Mending gini aja, kalau mau dibikin UST pasti tidak mungkin menghapus pungutan. Kalau pakai UST nanti ikut atau tidak tetap bayar akhirnya. Kalau begini aja kalau mau ikut ya bayar, ngak ya nggak bayar,” ungkapnya.

Selain itu, celah dalam pungutan liar akan semakin banyak akibat lebih bervariasinya standar.

Padahal patokan yang ada juga bisa dilanggar wali murid lain karena pengawasan yang belum tertata.

“Kalau sekarang kan kalau mau donatur ya jadi donatur. Karena penetapan UST bisa saja ada main-main verifikator. Tidak obyektif, bisa jadi ada temannya wali murid dikasih SPP rendah, kan antar wali murid juga tabu kalau tanya gaji berapa,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved