Berita Pendidikan Surabaya

SPP SMA/SMK Berubah UST - Simak Respons Sejumlah SMA Negeri di Surabaya

“Informasi seperti itu masih wacana, belum paham juga. Kalaupun RKAS sekolah saya juga masih diatur biar nyaman, nggak ada yang rame.”

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi siswa SMA 

SURYA.co.id | SURABAYA – Adanya wacana penetapan besaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) telah terdengar oleh kepala sekolah. Sayangnya, karena masih sebatas wacana sekolah tetap tidak berani mengotak atik besara SPP yang diberlakukan saat ini.

“Informasi seperti itu masih wacana, belum paham juga. Kalaupun RKAS sekolah saya juga masih diatur biar nyaman, nggak ada yang rame,” jelas kepala SMAN 16 Surabaya, RA Roosdiantini ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Senin (14/8/2017).

Dikatakannya, saat ini besaran SPP yang dibayarkan siswa masih Rp 150.000. Meskipun demikian belum semua siswa membayar SPP selama 2 bulan terakhir. Bahkan ada 51 siswa yang minta keringanan dan pembebasan SPP.

“Kebutuhan sekolah ya pakai paket hemat, menyesuaikan saja. Mau bagaimana lagi,” ujarnya.

Penghematan dilakukan dengan membatasi penggunaan listrik, air, dan telepon. Selain itu, karena Bantuan Operasional Sekolah belum cair. Sekolah harus meminjam dulu dari koperasi untuk kebutuhan operasional dan gaji GTT dan PTT.

Hal senada diungkapkan kepala SMAN 9, Shadali. Menurutnya sekolah belum terlalu merasakan masalah dari besaran SPP yang ada.

Bagi sekolah asalkan bisa membayar listrik, air, telepon dan gaji GTT dan PTT, maka sekolah tidak khawatir.

“Menyesuiakan saja, dana yang ada disesuaikan dengan kebutuhannya. Kayak listrik selesai pembelajaran jam 3 pelajaran langsung dimatikan,” tegasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved