Berita Arema

Arema Indonesia Mengaku Sulit Buru Pemain Baru, padahal di Sektor ini sangat Membutuhkan

"Susah sekali mencari pemain baru. Kami sudah mencarai tetapi hingga kini tidak kunjung bisa merekrut pemain baru," ujar Totok Anjik.

Arema Indonesia Mengaku Sulit Buru Pemain Baru, padahal di Sektor ini sangat Membutuhkan
surya/alfi syahri ramadan
IMBANG - Ongki Cucuk, striker Persema 1953 berebut bola dengan Zainal Abidin, bek Arema Indonesia dalam laga Liga Tiga di Stadion Gajayana Malang, Rabu (2/8/2017). 

SURYA.co.id | MALANG - Bursa transfer identik dengan waktu untuk memperkuat tim dengan mendatangkan pemain baru. Namun tidak selamanya hal tersebut benar adanya. Sebab, terkadang sebuah klub memgalami kesulitan dalam mendatangkan pemain baru.

Hal itu seperti dialami oleh Arema Indonesia yang berlaga di kompetisi Liga 3 Zona Jatim. Mereka kesulitan menambah pemain baru pada bursa transfer kali ini. Sehingga pelatih Arema Indonesia, Totok Anjik harus memaksimalkan skuad yang ada di sisa putaran kedua kompetisi Liga 3.

"Susah sekali mencari pemain baru. Kami sudah mencarai tetapi hingga kini tidak kunjung bisa merekrut pemain baru. Tidak ada pemain yang bisa direkrut untuk bisa memperkuat tim," bebernya Minggu (13/8/2017).

Lebih lanjut, Totok Anjik menambahkan sejauh ini pemain yang ada masih belum mencukupi untuk bisa bertarung disisa putaran kedua kompetisi Liga 3.

Hal itu terlihat saat menghadapi ASIFA. Tim Arema Indonesia terlihat kalah dalam hal teknik, fisik dan juga kerja sama tim.

Meskipun pada akhirnya mampu memenangi pertandingan, tetapi secara permainan Totok tidak puas. Ia menambahkan bahwa lini tengah masih memerlukan tambahan pemain baru untuk bisa semakin solid.

"Lini tengah masih sangat kurang. Memang sulit untuk bisa mendapatkan pemain sesuai dengan kebutuhan. Apalagi kami juga tidak memiliki striker yang mumpuni. Sehingga cukup kesulitan ketika menghadapi tim yang memiliki organisasi bagus seperti ASIFA," tambahnya.

Mantan pemain Arema era Galatama ini juga mengakui bahwa masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dari timnya sebelum mengahadapi pertandingan lagi. Oleh karena itu kesempatan tersebut akan digunakan untuk mengasah mental bertanding anak asuhnya.

Sebab, Arema Indonesia sedikit mengalami kesulitan ketika harus menghadapi lawan yang memiliki koordinasi permainan yang bagus. Apalagi saat bermain kandang. Mereka cenderung hanya mengandalkan semangat saja. Sehingga seringkali harus mendapat hasil kurang maksimal saat main home.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved