KPK Geledah Balai Kota Malang

Tinggalkan Kantor Dinas PUPR, KPK Boyong Dokumen Kegiatan 2014 - 2016

Setelah berjam-jam menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Malang, KPK memboyong Dokumen tahun 2014-2016.

Tinggalkan Kantor Dinas PUPR, KPK Boyong Dokumen Kegiatan 2014 - 2016
surabaya.tribunnews.com/Hayu Yudha Prabowo
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengeledahan pada sejumlah ruangan di Balai Kota Malang, Rabu (9/8/2017). Penggeledahan ini setelah KPK menetapkan Ketua DPRD Kota Malang sebagai tersangka dalam kasus korupsi. 

SURYA.co.id | MALANG - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (9/8/2017) meninggalkan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang pukul 23.00 Wib. Lima mobil membawa penyidik keluar kantor.

Saat keluar ruangan, penyidik melepaskan rompi KPK mereka. Tidak ada pernyataan dari penyidik.

Menurut Kepala DPUPR Hadi Santoso, ada banyak dokumen dibawa penyidik. "Dokumen kegiatan tahun 2014 - 2016," ujar Soni, panggilan akrabnya.

Dokumen itu dokumen kegiatan di rentang waktu itu di DPUPR. Dokumen itu antara lain surat kontrak, surat perintah dimulainya pekerjaan, juga surat perintah pencairan dana.

Soni menambahkan sejak selepas waktu shalat maghrib, ia dan sejumlah kepala bidang mendampingi penyidik KPK.

"Bukan untuk ditanya, tetapi membantu mengurutkan berkas juga mencocokkan waktu. Juga menandatangani berita acara," imbuh Soni.

Sampai penyidik KPK pergi, tertinggal belasan pejabat struktural. Mereka mendampingi sampai pencarian data selesai.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved