Berita Pendidikan Surabaya

Alasan ini Kadindik Jatim Belum akan Ganti Kacab Dindik Jatim Lamongan yang Terjerat Dugaan Korupsi

"Dia statusnya masih pegawai pemprov. Jadi proses hukum kasus ini biarkan berjalan terlebih dahulu,” tandas Saiful Rachman.

surya/sulvi sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman dalam rapat koordinasi bersama kepala cabang dinas se-Jatim pada awal tahun 2017. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, Kepala Cabang (Kepala cabdin) Dindik Jatim di Lamongan, Sun'ah masih aman.

Kajaksaan Negeri Lamongan menetapkan status Sun'ah sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2012-2016.

Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman, mengungkapkan belum mengganti posisi Kepala Cabdin Lamongan karena masih menunggu putusan hukum. Ia menegaskan asas praduga tak bersalah tetap dipegang.

"Dia statusnya masih pegawai pemprov. Jadi proses hukum kasus ini biarkan berjalan terlebih dahulu,” tegasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (9/8/2017).

Hingga saat ini Sun'ah masih memiliki hak untuk membela dirinya di pengadilan. Jikasudah ada putusan maka status kepegawaiannya akan diputuskan melalui Inspektorat Jatim kemudian kepada gubernur.

Saiful memastikan pelayanan pendidikan SMA/SMK dan Pendidikan Khusus (PK) di Lamongan tidak akan terganggu.

“Tugasnya bisa dijalankan oleh kepala seksi (Kasi) serta kepala sub bagian tata usaha (Kasubag TU). Selain itu, posisi cabang dinas sifatnya koordinasi di wilayah. Segala putusan final tetap berada di Dindik Jatim," tegasnya.

Disinggung adanya evaluasi terhadap Kepala cabdin, dia mengaku akan melakukan menyeluruh setelah berjalan satu tahun. Hal ini juga berlaku untuk kepala sekolah. Saiful mengungkapkan, alih kelola SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi baru berjalan 8 bulan sejak Januari 2017 lalu. Ketika itu, gubernur masih menghargai usulan posisi Kepala cabdin maupun kepala sekolah dari kabupaten/kota.

"Baru berjalan 8 bulan saja semua kasus di daerah bermunculan. Jadi, ini dinamis sekali. Dalam satu tahun baru dievaluasi semua agar sesuai standar Pemprov Jatim," ungkapnya.

Sikap Dindik Jatim yang tidak segera mengganti Kepala cabdin Lamongan justru dikritisi Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim. Suli mengatakan, Dindik Jatim tidak bisa bersikap demikian. Seharusnya segera ditunjuk seorang pelaksana harian (Plh) sebagai ganti Kepala cabdin.

"Untuk melaksanakan tugas sementara tinggal tunjuk Plh. Ini juga bisa memberi kesempatan kepada Kepala cabdin untuk fokus dan konsentrasi ke masalah hukum terlebih dahulu," ujar Suli.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini khawatir bila posisi Sun'ah sebagai Kepala cabdin tidak diberhentikan sementara waktu, konsentrasinya bakal pecah. "Biarkan dia fokus pembelaan dulu. Nanti malah tidak fokus melaksanakan tugas-tugasnya kalau tidak segera diganti," pungkasnya

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved