Liga Indonesia

Wacana Penghapusan Sistem Degradasi Liga 1 Bikin 'Geger', Ini Kata CEO Liga Indonesia Baru

Wacana ini dipilih karena melihat banyak laga di Liga 1 yang berjalan tidak sesuai dengan aturan yang telah disepakati.

surabaya.tribunnews.com/Dya Ayu
Laga antara Madura United menjamu Persiba di pekan lanjutan Liga 1 

SURYA.co.id | JAKARTA - Wacana mengejutkan kembali datang dari Liga 1 dalam putaran kedua ini.

Wacana tersebut adalah soal penghapusan sistem degradasi di Liga 1 2017.

Dikutip dari Tribunnews.com, terkait usulan yang dinilai banyak pihak terbilang konyol itu muncul pada pertemuan informal para manajer klub di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wacana ini dipilih para manajer klub karena melihat banyak laga di Liga 1 yang berjalan tidak sesuai dengan aturan yang telah disepakati sebelumnya.

Selain itu, wacana tersebut juga muncul karena adanya aturan terkait penggunaan pemain U-23, yang dimana klub-klub sudah mematuhi aturan tersebut, namun tiba-tiba aturan itu ditangguhkan.

Hal itulah yang membuat para manajer klub merasa tidak adil apabila sistem degradasi dilaksanakan, namun kompetisi sendiri berjalan tidak adil akibat peraturan yang kerap berubah.

Soal hal ini, nampaknya PT Liga Indonesia Baru selaku operator tak sepaham dengan usulan para manajer klub.

"Kami berpatokan sama manager meeting yang resmi ya. Dimana di manager meeting itu tidak ada sedikitpun pembicaraan masalah mengenai degradasi dan promosi," kata CEO PT LIB, Risha Adi Wijaya, Senin (7/8/20/18).

Bagi operator, landasan yang akan dijalankan dan diambil tetap seperti perjanjian awal.

"Peraturannya jelas bahwa di Liga 1 posisi 16,17,18 akan terdegradasi ke Liga 2 dan sebaliknya tim posisi 1,2, dan 3 Liga 2 akan naik ke Liga 1," jelasnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved