Antisipasi Musim Hujan, Dinas PUPR Sidoarjo Lakukan Normalisasi Sungai

Dinas PUPR Sidoarajo mulai melakukan pembersihan dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir karena musim hujan diperkirakan tak lama lagi dimulai.

Antisipasi Musim Hujan, Dinas PUPR Sidoarjo Lakukan Normalisasi Sungai
Surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
Petugas Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo membersihkan sungai. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo mulai melakukan pembersihan dan normalisasi sungai. Pembersihan dan normalisasi sungai ini dilakukan sebagai langkah awal persiapan pencegahan banjir karena diperkirakan musim penghujan masuk pada Oktober mendatang.

Kepala Dinas PUPR Sidoarjo, Sigit Setyawan, mengatakan pihaknya agak terlambat melakukan persiapan ini. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan percepatan pembersihan dan normalisasi sungai-sungai, dam, avur, dan saluran lainnya di Kota Delta sebelum Oktober.

"Di samping terbentur Ramadhan dan Idul Fitri, anggaran untuk alokasi pengairan baru cair. Akan kami kebut pengerjaan ini," kata Sigit saat melakukan pembersihan dan normalisasi DAM Kedung Sumur, Krembung, Jumat (4/8/2017).

Selain pembersihan dan normalisasi sungai, pihaknya akan melakukan pengerjaan fisik berupa pembuatan tiga sudetan di Kali Bangiltak, Jabon. Sudetan ini diperlukan untuk memecah aliran sungai tersebut agar tak meluber di aliran utama yang sudah tak kuat menampung volume air.

Sudetan itu rencananya kira-kira sepanjang 100 meter di masing-masing tiga titik tersebut. Di titik-titik sudetan itu juga akan dibuat spoilbank atau penampungan sedimentasi ketika pihak Pengairan PUPR akan melakukan normalisasi rutin Kali Bangiltak.

"Fokus utama kami untuk pengairan di tahun anggaran ini untuk dua avur besar, yaitu Avur Buntung di utara dan Avur Porong di selatan. Setelah keduanya kami anggap tuntas, akan kami lanjutkan untuk Avur Sidokare di wilayah tengah," sambungnya.

Selain membangun sudetan, pihaknya berencana menambah beberapa embung (penampungan) air yang rencananya dilakukam di wilayah utara Sidoarjo. Embung ini nantinya menjadi pasokan air saat kemarau.

"Sudah mulai kami lelang untuk rencana pembangunan fisik ini," ungkapnya.

Terkait pembersihan dan normalisasi DAM Kedung Sumur ini, lanjut Sigit, juga untuk membantu pengairan irigasi sawah yang telah memasuki masa tanam. Sigit mengklaim kebutuhan air untuk wilayah tersebut sudah terpenuhi, sehingga target sembilan ton per satu hektar sawah bisa tercapai.

"Selama tidak diserang hama saja," ujarnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved