Sinema Televisi

Ingin Jadi Miskin, Rozaq Justru ‘Dikejar Rezeki’

Drama komedi religi garapan sutradara H Agus Pattirane ini mengisahkan kehidupan Rozaq (Derry Drajat) yang baik hati, suka menolong, tidak sombong.

Ingin Jadi Miskin, Rozaq Justru ‘Dikejar Rezeki’
foto: istimewa
Salah satu adegan sinema Dikejar Rezeki. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi penggemar sinema lokal, ada tayangan gres yang pantang untuk dilewatkan di layar antv. Drama komedi berjudul Dikejar Rezeki ini hadir setiap hari mulai Sabtu (22/7) pukul 15.30 WIB.

Drama komedi religi garapan sutradara H Agus Pattirane ini mengisahkan kehidupan Rozaq (Derry Drajat) yang baik hati, suka menolong, tidak sombong dan terkenal taat dalam ibadah.

Rozaq dan istrinya, Rohmi atau biasa disapa Mimi (Cindy Fatikasari) hidup kaya raya berkat usaha Ayah Rozaq sebagai penampung barang bekas, lalu ke limbah pabrik.

Kini, Rozaq tinggal menikmati hasil kerja keras dia dan keluarganya sembari terus mengembangkan berbagai usahanya.

Di tengah keadaan ekonomi keluarganya yang serba berkecukupan, Rozaq dan Mimi merasa hidupnya ada yang kurang sebab selama 15 tahun pernikahan mereka belum diberi keturunan.

Di sisi lain, Rozaq memiliki adik perempuan yang sangat tomboi dan belum menemukan jodohnya bernama Jamilah (Alodya Desi).

Hingga suatu hari Rozaq mengikuti pengajian Ustadz Salim dan ia mengatakan bahwa orang yang kurang mampu akan dihisab perhitungan amalnya lebih dulu 500 tahun jaraknya dibanding orang yang lebih mampu.

Hisab perhitungan amal orang mampu di hari akhir nanti juga lebih banyak pertanyaannya.

Mendengar ceramah itu, Rozaq pun memutuskan untuk menjadi orang kurang mampu dengan harapan dia dan keluarganya dapat masuk surga lebih dahulu.

Maka berbagai cara dilakukan, seperti membeli tanah milik Udin (Bedu) yang secara lokasi tidak strategis hingga dapat membuat dirinya bangkrut.

Namun rezeki selalu saja datang kepada Rozaq sehingga ia selalu berkecukupan dan merasa dirinya dikejar–kejar rezeki.

Tidak hanya menyuguhkan komedi yang lekat dengan kehidupan sehari–hari, serial ini juga memberikan pelajaran dan pengetahuan agama kepada seluruh masyarakat.

“Kami memilih para pemain yang memang identik dengan komedi ditambah dengan skenario yang kaya bumbu–bumbu komedi sehari–hari,” cetus Agus Pattirane.

Selain itu, lanjutnya, lewat sinema tersebut masyarakat juga diajarkan bahwa rezeki dikejar seperti apa pun jika belum datang, tidak akan dapat.

“Ada orang yang tidak mengejar rezeki, justru rezeki yang datang sendiri,” ungkapnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved