Breaking News:

Citizen Reporter

Mencetak Pemimpin Unggul dari Rumah

jika anak berulah, siapa yang bertanggung jawab, ayah ataukah ibu? baca dulu baru jawab pertanyaan tersebut dengan bijak ...

mulyanto/citizen reporter
Ustad Ir H Misbahul Huda MBA 

Reportase Mulyanto
Penggiat Literasi/Staf SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

PENGUSAHA yang juga motivator, Ustad Ir H Misbahul Huda MBA mendorong walimurid SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya untuk menyiapkan pemimpin dari rumah.

Hal itu disampaikan dalam pengajian rutin walimurid SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya yang dihajat Ikatan Walimurid (Ikwam) atau Komite Sekolah Mudipat di Auditorium TMB, Sabtu  (29/7/2017).

Ustad Huda mengatakan, pentingnya mendesain sosok pemimpin dari keluarga itu karena pemimpin terbaik hanya terjadi jika dan hanya jika orangtua menyiapkan melalui keteladanan-keteladanan orangtua dari rumah.

Ayah menjadi role  model inspirasi dalam berucap dan bertindak tanduk, arif, santun, dan bijaksana. Ibu pun demikian, menjadi tokoh idola dalam kelembutan hati dan kebijaksanaan. "Anak menyaksikan keteladan hidup di rumah," ucapnya.

Soal kepemimpinan ini, Ustad Huda mengatakan, Allah tak akan menghancurkan suatu negeri/kaum, kalau masih ada pemimpin yang adil, baik, pintar, dan kaya di muka bumi ini.

Bahkan, lanjutnya, kekayaan seorang pemimpin ini diperuntukkan memperbaiki lingkungan/bangsanya, tidak semata untuk dirinya sendiri.

"Ini (pemimpin) yang langka, tapi mari persiapkan  dari rumah, kitalah penentunya sebagai orangtua yang baik," ajaknya.

Penulis buku Bukan Sekadar Ayah Biasa itu lebih jauh mengatakan, orangtua jangan hanya mengusahakan anak yang unggul akademik semata, tetapi usahakan terbentuknya pribadi anak yang berakhlaqul karimah (hati mulia).

"Anak mulia adalah yang lembut hati dan tingkah lakunya, bukan anak yang  pintar tok, qurrota a'yun adalah yang seperti itu," tegasnya.

Untuk itu, dalam keluarga harus jelas dan tegas siapa yang paling bertanggungjawab atas tumbuh kembang anak sehingga tak bingung menjawab pertanyaan: anak nakal tanggungjawab siapa? Ayahlah yang yang paling bertanggungjawab. "Bertanggungjawab atas tumbuh kembang anak harus jelas, maka kita harus mereposisi soal ini," katanya.

Reposisi, kata Ustad Huda, untuk menjelaskan tanggungjawab orangtua terhadap anak. Ayah harus nomor satu berperan, dan ibu sebagai peran kedua. Anak kalau tidak kekurangan kasih sayang orangtua, khususnya ayah ia akan tumbuh menjadi pemimpin yang tanggung.

"Jangan mentang-mentang sudah menyekolahkan di sekolah terbaik, mentang-mentang sudah bayar mahal lalu pasrah bongko'an kepada sekolah, tidak bisa," pungkasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved