Breaking News:

Single Focus

Pemkot Baru Bisa Renovasi THR setelah Kontrak dengan PT Sasana Boga Berakhir

“Kursinya belum pernah diganti. Sudah lama sekali. Kalau sepuluh tahun ya lebih,” ucap Hendro Prasetyo petugas keamanan UPTD THR Surabaya.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
Kursi di gedung pertunjukan THR telah lama rusak. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satu-satunya tempat pementasan indoor merakyat yang dimiliki Surabaya untuk penampilan kesenian adalah Taman Hiburan Rakyat (THR). Tempat ini berada di jantung Kota Surabaya, tepatnya di Jl Kusuma Bangsa No 116-118.

Berdasarkan pantauan Surya.co.id, Selasa (1/8/2017), tempat yang melahirkan seniman kenamaan, seperti Cak Sokran, Cak Trubus, Cak Supali, dan Cak Basan ini, semakin tak terawat. Ada tiga gedung kesenian di komplek Kampung Seni THR Surabaya.

Pertama, untuk seni pementasan ludruk, kedua, penampilan wayang orang dan ketoprak, dan ketiga adalah gedung untuk penampilan Srimulat yang sering dipakai untuk gedung perkawinan.

Saat memasuki gedung ini, kesan pertama yang didapatkan, gedung lama dengan interior dan panggung setingan yang tidak pernah ada perubahan. Bahkan, kursi penonton adalah kursi keluaran 1990-an, yaitu kursi pentil yang sebagian banyak putus dan berlubang.

“Kursinya belum pernah diganti. Sudah lama sekali. Kalau sepuluh tahun ya lebih,” ucap Hendro Prasetyo petugas keamanan UPTD THR Surabaya.

Selain kursi, cat interior dari gedung kesenian ini juga sudah kusam. Di tiga gedung kesenian ini, lighting yang disediakan hanya seadanya.

Jika ingin pentas di sini, tanpa subsidi pemkot, seniman dibebani biaya listrik dan air.

Sampai saat ini, lanjut Hendro, jadwal pentas kesenian terus berlanjut. Seperti kesenian ludruk tampil setiap Sabtu, yang digelar gratis dengan subsidi dari Pemkot Surabaya.

Namun, pementasan gratis itu hanya sebulan sekali. Sisanya penonton dikenai tiket retribusi Rp 10.000.
“Tetapi ya memang tidak banyak penontonnya,” kata Hendro. Jika gratis, penonton bisa lebih dari 50 orang.

Pemkot Tak Berkutik
Namun, sejak awal 2017, dikatakan Hendro, seluruh pementasan yang subsidi Pemkot dipindah ke Balai Budaya.Untuk di THR, hanya pementasan berbayar dengan karcis dibebankan ke penonton.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved