Berita Unik

Bukan Bersepeda atau Berjalan, Pria ini Punya Cara Unik Menghindari Macet, Tertarik Mencoba?

Bukan Bersepeda atau Naik Kendaraan Umum, Pria Bernama David ini Pergi ke Kantor dengan Melakukan Hal Tak Lumrah.

Bukan Bersepeda atau Berjalan, Pria ini Punya Cara Unik Menghindari Macet, Tertarik Mencoba?
surya/ahmad zaimul haq
Kepadatan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani terjadi Senin (31/7/2017) pagi. Kemacetan panjang terjadi karena adanya pengerjaan proyek saluran di frontage road depan kantor Bulog yang kini tengah dibangun saluran. 

SURYA.co.id I MUNICH - Kemacetan lalu lintas kerap menghambat aktivitas masyarakat. 

Tak jarang, akibat kemacetan ni membuat karyawan dimarahi atasan karena datang terlambat.

Pria asal Munich, Jerman ini menemukan cara unik untuk menghindari kemacetan.

Bukan bersepeda atau naik kendaraan umum, pria bernama Benjamin David ini pergi ke kantor dengan berenang.

David memulai setiap pagi dengan mengemasi jas, sepatu, dan laptop ke tas tahan air.

Kemudian memakai baju renang atau wetsuit dan sandal karet, lalu melompat ke Sungai Isar.

Dia mengaku frustrasi dengan lalu lintas yang mengelilingi kota kelahirannya di Munich, Jerman dan menyadari akan jauh lebih cepat baginya untuk berenang sejauh 1,2 mil saat berangkat bekerja.

"Lalu lintas di jalan di dekat Isar sangat ramai sehingga tidak menyenangkan," katanya dikutip dari Time.

David memilih berenang untuk menghindari kemacetan.
David memilih berenang untuk menghindari kemacetan. (Time)

Selain lebih cepat, berenang juga membuat David lebih rilek. 

Agar bisa bekerja dengan baik, David menyimpan pakaian kerja dan komputernya di tas tahan air yang
dirancang khusus dan berfungsi ganda sebagai perangkat pengapungan.

Menurutnya, memiliki sesuatu untuk dipegang saat dia berenang sangat membantu, karena orang sering mengajak bicara tentang perjalanannya, ketika dia menyusuri sungai.

"Orang-orang melihat ke bawah dari jembatan dan tertawa atau bertanya apa yang saya lakukan," katanya.

David memilih berenang untuk menghindari kemacetan.
David memilih berenang untuk menghindari kemacetan. (Time)

 Menurutnya, Sungai Isar digunakan sebagai saluran air selama 150 tahun dan dia hanya berusaha mengembalikannya.

Ketika sampai di tempat tujuannya, dia muncul dari sungai, dan tentu saja, memesan cappuccino
karena dia masih harus menghabiskan sehari penuh di kantor.

Bagaimana, anda ingin menirunya? (Alfiah Wahyu Sri Utami)

Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved