Liputan Khusus Pengusaha Beras Curang

Beras Pakai Pemutih dan Sabun Cuci Piring Bikin Was-was, Ini Penjelasan Ahli Gizi RSUD dr Soetomo

Beras yang diputihkan dengan pemutih pakaian dan sabun cuci piring memang bikin was-was. Lalu apa kata ahli gizi terkait hal itu?

Beras Pakai Pemutih dan Sabun Cuci Piring Bikin Was-was, Ini Penjelasan Ahli Gizi RSUD dr Soetomo
pixabay
Ilustrasi nasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Beras yang diduga diputihkan dengan pemutih pakaian di Kabupaten Blitar dan yang diduga diputihkan dengan sabun cuci piring di Gresik menjadi perbincangan ramai akhir-akhir ini.

Ahli Gizi Graha Amerta RSUD Dr Soetomo, Eko Dwi Martini mengatakan, setiap orang punya tingkat sensitif yang berbeda-beda terhadap zat asing di dalam tubuhnya.

Orang dengan tingkat sensitif tinggi akan mudah merasakan gejala dari zat tersebut.

Sebaliknya, orang yang tingkat sensitifnya rendah, akan lebih kebal ketika zat asing berbahaya masuk tubuh dalam kadar tertentu.

“Meski tidak berdampak, seharusnya itu tetap tidak dikonsumsi,” katanya.

Menurut Eko, zat-zat yang diduga ada pada beras itu tidak selayaknya masuk dalam pencernaan.

Dari sisi gizi, hal itu juga tetap berpengaruh. Namun, untuk menentukannya, beras perlu diteliti dalam labolatorium terlebih dulu. “Yang pasti, ada pergeseran (nilai gizi),” tambahnya.

Tingkat bahaya pada nasi yang dimasak dari beras seperti itu pun berbeda-beda.

Banyak faktor yang memengaruhi. Termasuk cara memasaknya.

Eko menyebut, perbedaan itu dimulai dari cara mencuci beras. Tingkat kepekatan air hasil cucian turut memengaruhi.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved