Berita Surabaya

Penderita Kanker Rayakan Hari Anak; Saling Beri Motivasi, Minta Tak Ada Diskriminasi

"Yang ingin saya ucapkan di sini adalah, semua anak berhak untuk mendapatkan lingkungan yang baik," curhat Valyas Muxalminan Niam Aqsha.

Penderita Kanker Rayakan Hari Anak; Saling Beri Motivasi, Minta Tak Ada Diskriminasi
surya/achmad zaimul haq
RAYAKAN HARI ANAK - Anggota DPR RI Komisi X, Arzetti Bilbina bersama sejumlah anak penderita kanker dan survivor bernyanyi dalam perayaan Hari Anak di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Jatim, Minggu (30/7/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Merayakan hari anak bukan hanya dilakukan anak-anak yang sehat. Para survivor dan penderita kanker di Yayasan Anak Kanker Indonesia Surabaya juga punya cara untuk merayakan hari anak nasional tersebut.

Namun, caranya sedikit berbeda. Anak-anak di YKAKI Surabaya merayakan momen hari anak nasional dengan saling memotivasi bersama anak-anak sehat lain dari enam lintas agama.

Valyas Muxalminan Niam Aqsha, salah satunya. Anak yang kini berusia 18 tahun ini sudah divonis menderita leukimia sejak usia 1 tahun delapan bulan. Selama 15 tahun terakhir ia bergulat dengan obat dan terapi untuk bisa dinyatakan sembuh.

"Yang ingin saya ucapkan di sini adalah, semua anak berhak untuk mendapatkan lingkungan yang baik. Tidak dikucilkan dan dianggap memiliki penyakit menular," curhatnya saat memberi motivasi dihadapan anak-anak penderita kanker dalam peringatan Hari Anak Nasional YKAKI Surabaya, Minggu (30/7/2017).

Aqsha, begitu ia biasa disapa, dinyatakan sembuh baru tiga tahun yang lalu. Kini ia masih harus menjalani terapi hormon agar bisa menghilangkan efek samping selama masa penyembuhan leukimia yang diderita.

Meski sudah dinyatakan sembuh dari kanker ia tetap peduli dengan anak-anak penderita kanker. Ia giat menyemangati anak-anak kanker yang ada di YKAKI bersama ibunya.

Menurutnya lingkungan yang selalu membuat semangat untuk sembuh adalah vitamin untuk setiap orang yang sakit. Itu pula yang ia rasakan. Dikelilingi oleh keluarga yang selalu mendukung menjadi kekuatan nya untuk bisa melawan penyakit leukimia.

"Yang membantu donor tranplantasi sumsum tulang belakang buat saya adalah kakak saya sendiri. Makanya saya juga tak pernah lupa berterimakasih pada kakak yang membantu saya hidup," ujar remaja yang bercita-cita ingin jadi presiden ini.

Di tengah-tengah anak kanker dan juga anak-anak sehat dari lintas agama, ia menyampaikan agar anak-anak tidak boleh terjebak dalam kemajuan teknologi.

Gagdet banyak membuat anak-anak lupa waktu dan kurang memanfaatkan nikmat sehat yang dimiliki.
"Padahal kalau mereka lihat banyak anak-anak yang berjuang agar bisa hidup dan terus sehat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved