Berita Politik

Nasi Goreng Booming Pasca Pertemuan Demokrat-Gerindra, Hinca: Bukti Masyarakat Masih Mencintai SBY

Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Hinca Panjaitan, pun bercerita ide dibalik pemilihan menu makanan ini.

Nasi Goreng Booming Pasca Pertemuan Demokrat-Gerindra, Hinca: Bukti Masyarakat Masih Mencintai SBY
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Sekretaris DPP Demokrat, Hinca Panjaitan (dua dari kanan), saat melakukan kunjungan di DPD Demokrat Jatim, Sabtu (29/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dalam pertemuan antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra dan DPP Demokrat di kediaman SBY di Cikeas, sempat diisi dengan agenda menyantap nasi goreng.

Nasi goreng yang dipesan melalui pedagang gerobak yang biasa mangkal dekat kediaman Presiden RI ke-6 ini.

Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Hinca Panjaitan, pun bercerita ide dibalik pemilihan menu makanan ini.

Menurutnya, ide ini berasal dari usulan orang dekat Prabowo, yakni Waketum Bidang Pembangunan Pertanian Kehutanan dan Energi Gerindra, Edhi Prabowo.

"Saya memilih menu ini setelah melakukan pembicaraan dengan orang dekat Pak Prabowo, yaitu Pak Edhi. Saya tanya, menu apa yang tidak mungkin ditolak oleh beliau. Akhirnya, dipilih nasi goreng," kata Hinca kala kunjungannya di Kantor DPD Demokrat Jatim, Surabaya, Sabtu (29/7/2017).

Hal ini pula yang memancing pujian dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto yang menyebut gaya intelijen Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, masih kuat.

"Intelijen Pak SBY masih kuat, bisa tahu kelemahan Pak Prabowo di nasi goreng. Asal dikasih nasi goreng pasti setuju saja," ungkap Prabowo dengan canda pasca pertemuan kala itu.

"Siapa intelejennya? Jadi ya saya," sambung Hinca melempar pertanyaan kepada wartawan yang kemudian disambung tawa.

Selain untuk menyambut kedatangan Prabowo, pemilihan menu ini juga untuk memopulerkan nasi goreng.
"Paling tidak, setelah menjadi menu makan malam tokoh nasional, makanan ini semakin terangkat," lanjut Hinca.

Sebab, menurut wakil ketua PSSI ini, antusuias masyarakat kepada pertemuan ini sangat tinggi. Bahkan, atmosfer pertemuan yang berlangsung pada malam hari ini bak pertemuan politik jelang pilpres 2014 silam atau pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kediaman Pak SBY penuh dengan wartawan. Bahkan, karena mereka mengira pertemuan ini berlangsung pukul sembilan pagi, wartawan ini datangnya mulai pukul enam pagi. Padahal, acaranya mulai pukul sembilan malam," lanjutnya.

Bahkan, "Diplomasi Nasi Goreng" pun sempat membanjiri judul berita beberapa media nasional.

"Jadi, masyarakat itu memang selalu tertarik dengan Cikeas. Membuktikan kalau rakyat begitu mendambakan sosok Ketua Umum kami," pungkas Hinca.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved