Berita Politik

Enggan Bicara Pilpres, Demokrat Fokus Gugatan UU Pemilu terkait Presidential Threshold

"Kami menghormati produk hukum berupa UU Pemilu yang telah disahkan oleh DPR beberapa waktu lalu. Namun, Demokrat kini tetap pada pendirian awal."

Enggan Bicara Pilpres, Demokrat Fokus Gugatan UU Pemilu terkait Presidential Threshold
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Sekretaris DPP Demokrat, Hinca Panjaitan (dua dari kanan), saat melakukan kunjungan di DPD Demokrat Jatim, Sabtu (29/7/2017). 

Dengan tanpa adanya PT, maka masing-masing peserta pemilu pun akan bisa mencalonkan kandidat.
Menurut Hinca, hal tersebut justru merupakan sebuah kemajuan demokrasi. "Kalau partainya ada 10, tidak apa-apa ada sepuluh calon. Hal itu telah dijamin di konstitusi kita bahwa parpol berhak untuk mencalonkan presiden," imbuhnya.

Oleh karena itulah, pertemuan antara partainya dengan Gerindra pertengahan pekan lalu belum membahas tahap koalisi. Menurut Hinca, Partai Demokrat dan Gerindra ingin melakukan konsolidasi penguatan sebagai partai penyeimbang pemerintah.

"Gerindra dan Demokrat selama ini konsisten di luar pemerintah. Kami lakukan penguatan untuk hal itu," tambahnya.

Ia tak menampik bahwa pada pertemuan tersebut, Demokrat juga membawa serta Agus Harimurti Yudhoyono.

Kedatangan putra Ketua Umum Demokrat inilah yang menguatkan sinyal adanya koalisi kedua partai untuk menduetkan AHY dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

"Selama ini, isu yang berkembang kan dua blok. Bloknya Pak Jokowi dan bloknya Pak Prabowo. Silakan saja masyarakat menilai persepsi itu. Koalisi kan dasarnya pada pemilu 2014 lalu. Sedangkan Demokrat, kami tegaskan hingga saat ini masih menolak adanya presidential threshold. Jadi, pertemuan itu belum sampai menyebut nama," pungkas Hinca.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved