Profil
Puteri Rahayu: Geregetan Lihat Pengendara Terobos Pedestrian
"Saya lebih jengkel jika melihat orang berseragam pegawai pemerintah melanggar. Tidak memberi teladan," ucap cewek tinggi semampai ini.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Puteri Rahayu, mahasiswi Universitas Dr Sutomo (Unitomo) Surabaya, geregetan melihat perilaku pengendara di Surabaya tidak tertib.
Mereka mengabaikan aturan berkendara hingga mengancam keselamatan pejalan kaki. Menerobos Pedestrian hingga ngebut di fasilitas khusus untuk pejalan kaki ini.
"Surabaya rapi. Sepanjang jantung kota hijau dan dilengkapi Pedestrian. Tapi kalau tidak dibarengi budaya tertib warganya, eman," ucap Puput, sapaan akrabnya, Rabu (26/7/2017).
Mahasiswi asli Yogyakarta ini termasuk yang mengagumi Kota Surabaya. Salah satunya karena disediakan pedestrian representatif.
Cewek kelahiran 26 Juli 1995 ini jengkel tiba-tiba dari arah belakang saling berebut banyak motor naik trotoar. Saat itu, Puput bersama temannya main di Jl Raya Darmo Surabaya.
Kawasan tengah kota ini masih kerap pedestriannya dijadikan jalur terobos. Apalagi saat macet. Ini terjadi jika tidak ada petugas.
Namun bila ada petugas baik polisi maupun Dishub berdiri di kawasan itu, pengendara tidak berani menerobos.
"Dulu Malioboro Yogya sama. Tapi sekarang tertib," dia membandingkan.
Mahasiswi Ilmu Komunikasi yang kini sudah bekerja di Risk Management Officer PT Angkasa Pura 1 Juanda ini risih jika lihat perilaku tak tertib.
Pedestrian dibuat untuk pejalan kaki. Jika pejalan kaki berjalan di badan jalan akan bahaya. Pedestrian bikin warga yang berjalan aman dan nyaman.
Di Surabaya, kesadaran masyarakatnya masih rendah. Ada rambu lalu lintas juga dilanggar, rambu dilarang parkir tetap digunakan untuk parkir.
"Saya lebih jengkel jika melihat orang berseragam pegawai pemerintah melanggar. Tidak memberi teladan," ucap cewek tinggi semampai ini.
Puput berharap ada sanksi yang tegas hingga membuat efek jera bagi oknum-oknum itu.
Meski begitu, Surabaya relatif lebih tertib dibanding Sidoarjo. PKL di Pedestrian Surabaya saat ini sangat jarang. Bahkan di pusat kota tak ada PKL.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/puteri-rahayu_20170726_200707.jpg)