Tahun Ini Tidak Ada Jatah Dosen PNS Untuk Kopertis VII

Setiap tahun jumlah dosen yang pensiun mencapai ribuan orang.Sementara, pemerintah selama tiga tahun terakhir tidak melakukan pengangkatan

Surya/didik mashudi
Ali Maksum (tengah) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setiap tahun jumlah dosen yang pensiun mencapai 1.200 hingga 2.000 orang.

Sementara, pemerintah selama tiga tahun terakhir tidak melakukan pengangkatan dosen PNS.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII juga tidak mendapat tambahan ataupun limpahan dosen PNS dari pemerintah.

Sekretaris Kopertis VII, Prof Ali Maksum menjelaskan dari jumlah total, dalam 1 tahun angka kekurangan dosen di kopertis VII mencapai 50 sampai 100 orang.

Dengan kebijakan rasio dosen dan mahasiswa yang menjadi sorotan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), perguruan tinggi swasta (PTS) harus memenuhi kekurangan dosen dari anggaran yayasan.

“Selama 2 tahun ini PTS sudah merekrut dosen besar-besaran. Jatim saja mencapai 300 sampai 400 dosen di PTS, mereka yang sudah terdaftar NIDN sehingga bisa memenuhi rasio dosen dan mahasiswa,”jelasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Minggu (23/7/2017).

Dengan banyaknya dosen yang sudah direkrut PTS secara mandiri, menurut Ali sudah memberikan perbaikan kualitas dalam pengajarannya. Bahkan PTS juga mulai membatasi penerimaan mahasiswanya.

“3 tahun terakhir PTS berfikir ulang kalau mau menambah kuota jumlah mahasiswa baru. Bahkan PTS menengah keatas membatasi penerimaannya karena dosen terbatas. Seperti di Stiesia Surabaya, tahun ini mendaftar 1400an. Tapi diambil cuma 1.100an. Menyesuaikan jumlah dosen juga,”lanjutnya.

Menurutnya pemerintah saat ini sebatas membantu pendidikan bagi sarjana berprestasi untuk studi lanjut. Dengan dibiayai negara, mereka akan ditawarkan pada PTS jika bersedia. Mereka yang diusulkan pemerintah ini pada 3 bulan pertama akan digaji pemerintah sebelum kemudian digajioleh yayasan PTS.

“Masalahnya tidak banyak PTS yang mau mengambil dosen baru, resikonya setelah 3 bulan bagaimana. Karena yang diberikan pemerintah gajinya Rp 3,5 juta, bagi PTS ya cukuo tinggi, makanya mereka lebih suka merekrut dosen sendiri,”pungkasnya.

Sementara itu rektor Rektor Universitas Widya Kartika, Murpin Josua Sembiring membenarkan tidak adanya bantuan dosen PNS dari pemerintah. Menurutnya PTS di Jatim harus bertahan dan berupaya menambah SDM dengan pengelolaan dana yayasan. Seperti dirinya yang tahun ini harus merekrut 7 dosen karena beberapa dosennya pensiun dan tugas belajar.

“Yang sudah terekrut ada 2 dosen, kebetulan orang tiongkok ambil S1 dan S2 di Indonesia sebagai native speaker prodi pendidikan bahasa mandarin,”tegasnya.

Sementara untuk profesor atau guru besar yang pensiun juga didaftarkan sebagai dosen khusus. Dan 5 Dosen yang akan direkrut menggantikan tugas beberapa dosen yang menempuh studi di luar negeri.

“Kami tidak pernah dapat jatah dari pemerintah, studi dosen saya juga cari sendiri melalui kedutaan. Harusnya PTS yang sudah besar bisa membagi dosen yang diperbantukan ke PTS yang lain,”usulnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved